Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Umumnya cerah, 29.4 ° C

4 Hal yang Bisa Dipelajari dari Persaingan E-Commerce Indonesia Akhir 2018

Yusuf Wijanarko
E-commerce.*/DOK. PR
E-commerce.*/DOK. PR

PERSAINGAN antarplatform e-commerce di Indonesia pada akhir 2018 masih menarik perhatian banyak orang.

Pendanaan baru dan kolaborasi dengan perusahaan e-money menjadi topik paling hangat dalam industri ini pada penghujung 2018. Belum lagi, promo cashback dan end year sale yang menambah daya tarik untuk berbelanja online.

Laporan Google Temasek menyebut, transaksi online market dari Indonesia masih menjadi yang tertinggi di Asia Tenggara dengan jumlah penjualan sebesar 2,7 miliar dolar pada 2018.

Harbolnas pada 12 Desember 2018 mampu membukukan penjualan 6,8 triliun rupiah, meningkat 2,1 triliun rupiah dari tahun sebelumnya. Walau belum mencapai target yang diharapkan, jumlah itu berkontribusi dalam meningkatkan pendapatan keseluruhan di online market Indonesia.

Penawaran cashback melalui penggunaan e-wallet yang ditawarkan oleh e-commerce di Indonesia mampu meningkatkan antusiasisme penggunaan e-wallet di Indonesia dari 11% tahun 2017 menjadi 15% pada 2018.

Penawaran jutaan produk, kemudahan bertransaksi, serta jaringan logistik yang luas  mejadikan e-commerce di Asia Tenggara berkembang pesat. Tiga e-commerce regional terbesar yakni Lazada, Shopee, dan Tokopedia melebarkan pasar mereka hingga 7 kali lipat dari 2015.

Seperti kuartal sebelumnya, iPrice merilis laporan terbaru mengenai persaingan perusahaan e-commerce di Indonesia. Kali ini iPrice telah memperbarui informasi di laman Peta E-commerce Indonesia dengan data kuartal 4 tahun 2018. Ada 5 poin paling menarik dari data kuartal 4 tahun 2018 e-commerce Indonesia

E-commerce lokal masih rajai pengunjung website

Tokopedia kembali menjadi e-commerce dengan rata-rata pengunjung website terbanyak, yakni sebesar 168 juta kunjungan. Angka itu  meningkat hampir 10% dari kuartal sebelumnya.

Ada dua hal yang membuat Tokopedia semakin diminati. Pertama, karena kerja sama antara OVO dan Tokopedia yang memberikan kemudahan bagi penggemar e-commerce lokal untuk melakukan transaksi melalui OVOcash dan OVOpoints.

Di samping itu, investasi sebesar 1,1miliar dolar dari SoftBank pada akhir tahun 2018 menjadikan Tokopedia sebagai salah satu perusahaan e-commerce berlabel unicorn di Indonesia bersama Bukalapak, Gojek, dan Traveloka.

5 Besar e-commerce di Asia Tenggara pada kuartal 4 tahun 2018.*/IPRICE

E-commerce lokal, Bukalapak menduduki peringkat kedua dengan pengunjung website sebanyak 116 juta pada kuartal 4 tahun 2018. Bukalapak meningkatkan pengunjungnya sebesar 20 juta sejak kuartal 3 tahun 2018.

Shopee dan Lazada sebagai e-commerce regional menduduki posisi ke 3 dan 4 di Indonesia. Pengunjung website Shopee meningkat 29 juta dibayangi Lazada yang meningkat sebesar 22 juta dari kuartal sebelumnya. Sementara itu, pasar online Asia Tenggara masih dikuasai oleh Lazada dengan 25% dari total market share e-commerce.

Blibli, e-commerce lokal yang bergerak sejak 2010 di bawah anak perusahaan Grup Djarum dan Bank Central Asia (BCA) menunjukkan pergerakan stabil di 5 Besar pada kuartal 4 tahun 2018.

Seperti perusahaan lain, jumlah kunjungan ke website Blibli juga meningkat sebesar 12 juta pada kuartal4 tahun 2018.  

Shopee sukses di mobile app

Shopee Indonesia menduduki peringkat pertama di AppStore dan Playstore sepanjang kuartal 4 tahun 2018 berdasarkan data yang dihimpun dari AppAnnie.

iPrice menilai, ada dua strategi menarik yang membuat Shopee berada di tangga teratas mobile app kategori shopping/e-commerce.

Strategi pertama yakni promo akhir tahun Shopee dengan tema Harbolnas 11:11 dan 12:12 Birthday Sale yang menawarkan flash sale dan cash back hingga 120%.

Penjualan saat Harbolnas tercatat menembus angka 11 juta pemesanan dengan 40% pemesanan berasal dari Shopee Indonesia.

5 Besar e-commerce di Asia Tenggara pada kuartal 4 tahun 2018.*/IPRICE

Strategi marketplace berbasis mobile app yang ditawarkan Shopee memberikan pengalaman berbelanja online lebih efisien dan interaktif.

Strategi kedua yakni promo gratis ongkir dan flash sale yang menjadi daya tarik bagi lebih banyak orang Indonesia untuk berbelanja di platform tersebut.

Dua strategi itu juga berdampak positif pada jumlah kunjungan website Shoppe. Menurut data di SimilarWeb, pengunjung website Shopee meningkat sebesar 52% dari kuartal sebelumnya.

Aplikasi Tokopedia tetap konsisten menempati peringkat kedua, baik di AppStore maupun Playstore.

Sementara Lazada yang sebelumnya di bawah Bukapalak, kali ini menyalip di AppStore dan memasuki 3 Besar e-commerce apps.

Top 5 e-commerce busana

Zalora Indonesia, yang beroperasi sejak 2012 sebagai platform e-commerce fashion mendapat pengunjung website terbanyak pada kuartal 4 tahun 2018.

Zalora mendapatkan peningkatan sebanyak 2 juta pengunjung website. Sementara Sophie Paris yang sudah lebih lama di ranah fashion harus puas berada di posisi kedua karena hanya meningkat 100 ribuan dari total 2,4 juta  kunjungan website dari kuartal 3. 

Perusahaan e-commerce lokal Hijup yang memusatkan pasar hanya kepada fashion muslim dan muslimah menduduki peringkat ketiga.

Penurunan pengujung website sebesar 100.000 sepanjang kuartal 4 tahun 2018 menyebabkan Hijup turun 7 peringkat dari kuartal 3. Hijup yang sedang memfokuskan pasar mereka dengan membuka toko offline di Indoneia kini sudah memiliki total 12 toko offline yaitu di Samarinda, Lombok, Bandung, Padang, Makassar, Palembang, Surabaya, Surabaya, Yogyakarta, Jakarta, Pekanbaru, Banda Aceh, dan Jambi. 

Berrybenka, yang juga merupakan e-commerce lokal khusus fashion, menduduki posisi ke 4 dengan total 287.000 pengunjung. Platform e-commerce fashion khusus lelaki Bro.do berada di posisi kelima dengan total 227.000 pengunjung website.

E-commerce busana terpopuler di Instagram  

Fitur belanja yang ada di Instagram sepertinya memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk berbelanja langsung dari medium media sosial.

Calon pembeli bisa lebih praktis dalam mencari produk. Hanya tinggal sekali klik, kita sudah mendapat informasi harga dan produk serupa yang ditawarkan oleh e-commerce tersebut.

Berdasarkan data dari eccommerceceo, 68% pengguna Instagram berinteraksi melalui unggahan brand favorit mereka.

Sebanyak 100% dari promosi brand berhasil mempromosikan produk mereka ke semua pengikut di Instagram. Artinya, promosi melalui Instagram bisa menjangkau semua pengikut brand tersebut dibandingkan Facebook yang hanya bisa menjangkau sekitar 6% dari total followers mereka.

Hijup menjadi perusahaan e-commerce sebagai pegikut terbanyak di Indonesia berkat followers sebanyak 833 ribuan di Instagram.

Shopee paris sebagai brand senior yang sudah berdiri sejak 1995 menduduk peringkat kedua dengan jumlah followers sebanyak 506 ribuan. Diikuti e-commerce fashion lokal 8wood yang dimiliki selebriti Indonesia Alice Norin yang memiliki followers sebanyak 456 ribuan.

Sementara peringkat 4 diduduki Bro.do dengan jumlah pengikut sebanyak 404 ribuan. Di posisi terakhir ada Hijabenka dengan pengikut di Instagram 340 ribuan.***

Bagikan: