Pikiran Rakyat
USD Jual 14.223,00 Beli 13.923,00 | Umumnya berawan, 27.7 ° C

Tips Cara Blokir Nomor HP SMS Penipuan dari Polri Dipastikan Hoaks

Tim Pikiran Rakyat
Hoaks.*/DOK. PR
Hoaks.*/DOK. PR

BANDUNG, (PR).- Kepolisian Negara Republik Indonesia telah membantah informasi yang disebar melalui pesan singkat tentang “Tips Cara Blokir Nomor HP SMS Penipuan dari Kepolisian Republik Indonesia”.

Polri, melalui akun Facebook Multimedia Polri, akun Instagram Multimedia.HumasPolri, dan akun Twitter @PolriMultimedia menjelaskan bahwa informasi tersebut adalah hoaks.

“Sobat Netizen.. Kami akan merilis Terkait dengan sebaran Tips Cara Blokir Nomor HP SMS Penipuan yang sudah beredar luas dan mengatasnamakan Kepolisian Negara Republik Indonesia adalah HOAX. Be Smart Netizen..” demikian bunyi pernyataan Polri di akun Facebook Multimedia Polri.

Sebelumnya, beredar pesan berantai bertajuk Tips Cara Blokir Nomor HP SMS Penipuan dari Kepolisian Republik Indonesia.

Pesan tersebut berisi serangkaian tips untuk memblokir nomor HP pengirim pesan penipuan seperti pemenang kuis, agen pulsa, permintaan transfer sejumlah uang, hadiah mobil, dan lainnya. Informasi yang disampaikan dalam pesan tersebut bukan berasal dari Polri.

Alih-alih memberikan tips yang benar, pesan hoaks tersebut malah membeberkan sejumlah cara yang salah untuk mengatasi SMS penipuan, yakni dengan mendaftar ke beberapa konten premium layanan pesan singkat (SMS) broadcast.

Pesan hoaks tersebut menyarankan untuk mengirim pesan dengan format tertentu ke sejumlah nomor layanan premium yang akan dikenakan biaya pulsa.

Mengenai tingginya intensitas penyebaran pesan berisi penipuan, operator layanan telekomuniksai sudah berulangkali diminta mengatasi masalah ini. Pada 18 Oktober 2011, Asosiasi Telepon Seluler Indonesia (ATSI) telah menghentikan penawaran konten premium layanan pesan singkat (SMS) broadcast, pop-screen, dan voice broadcast sampai kasus pencurian pulsa pelanggan tuntas.

ATSI bahkan telah berjanji akan mengembalikan saldo atau pulsa yang selama ini sudah disedot akibat layanan penyedia konten atau content provider (CP).

Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) pada Desember 2018 lalu juga sudah berjanji untuk mengambil langkah untuk mengurangi beredarnya SMS penipuan.

Meski demikian masih banyak aduan dari masyarakat tentang SMS penipuan. Beberapa di antaranya masuk ke Jabar Saber Hoaks, lembaga pemberantas hoaks yang berada di bawah payung Pemprov Jawa Barat.

Akun Instagram Jabarsaberhoaks rutin menklarifikasi sejumlah berita bohong yang beredar di masyarakat. Akun tersebut juga ikut menjelaskan perihal SMS penipuan yang mengatasnamakan Polri, dan mengkategorikan informasi tersebut sebagai hoaks. (Fajar Edrie)***

Bagikan: