Pikiran Rakyat
USD Jual 14.286,00 Beli 13.986,00 | Cerah berawan, 26.9 ° C

Kejutan-kejutan CES 2019 yang Siap Mengubah Tren Gadget

Asep Budiman
Logo CES/REUTERS
Logo CES/REUTERS

CONSUMER Electronics Show CES yang ­diadakan setiap tahun pada bulan ­Januari di Las Vegas adalah salah satu pergelaran teknologi terbesar tahunan. Hampir setiap merek teknologi besar hadir untuk memamerkan produk-­produk terbaru mereka. Beberapa di antaranya bisa menjadi tren yang terkenal pada tahun 2019.

Dibuka sejak 8 Januari hingga 11 Januari 2019, sejumlah produk ter­anyar sudah di­umumkan di pameran dagang terbesar ini. Seperti kebanyakan rilis teknologi baru, banyak produk CES 2019 yang masih diseli­muti misteri. Kendati telefon pintar tidak lagi menjadi fokus utama, CES adalah landasan penting untuk produk-produk global mulai dari augmented reality dan virtual, teknologi 5G, hingga mobil otonom.

 

LG

Awalnya, ada desas-desus bahwa smartphone LG lipat akan debut di CES 2019, ter­nyata tidak demikian. ­Pengumuman besarnya adalah peluncuran LG Signature OLED TV R, sebuah televisi dengan layar OLED yang dapat diputar yang bersembunyi di dalam dudukan saat Anda tidak menonton. 

LG juga mengumumkan bahwa TV barunya akan mendukung AirPlay 2 dan Apple HomeKit, yang merupakan semacam tema untuk pembuat TV di CES 2019. Selain serangkaian pengumuman 11 model televisi OLED/LCD baru, LG juga memamerkan sistem peringatan pintar baru untuk peralatan rumah tangga dan pembuat bir pintar yang disebut LG HomeBrew.

Samsung

Seperti yang diduga sebelumnya, tidak ada peluncuran Samsung Galaxy S10 di CES 2019. Akan tetapi, perusahaan raksasa Korea Selatan itu masih memiliki banyak produk untuk dipamerkan.

TV MicroLED modular 75 inci dirilis di awal konferensi pers, kemudian TV QLED 8K 8K dengan dukungan HDMI 2.1. Samsung mengonfirmasikan bahwa TV pintarnya akan segera menawarkan film dan acara TV iTunes dan mendukung Airplay 2. Anda juga dapat mengontrol TV pintar Samsung melalui perangkat yang didukung Google Assistant atau Amazon Alexa.

Lemari es dan robot pintar baru juga memulai debutnya di acara itu, serta Notebook 9 Pen dan laptop gaming Odyssey yang baru. Samsung juga ­mengonfirmasi bahwa asisten Bixby-nya akan segera dapat mengendalikan aplikasi Google.

Sony

Pada CES 2019 ini tidak merilis teknologi yang menarik. Raksasa Jepang ini malah berbicara keberhasilan divisi audionya dalam film ”Spider-Man: Into the Spider-Verse”. Sony pun mengklaim kepada dunia bahwa mereka telah menjual lebih dari 91,6 juta konsol PS4 di seluruh dunia.

Sayangnya, tidak ada penyebutan smartphone Sony. Bahkan, merek Xperia sama sekali absen dari pertunjukan untuk pertama kalinya selama bertahun-tahun. Mengenai produk apa yang diumumkan, Sony hanya merilis TV 8K pertamanya, beberapa TV 4K baru, dan sejumlah besar produk audio.

HTC

HTC mengalami masa-masa sulit di sektor telefon pintar dalam beberapa tahun terakhir. Namun, hal itu tidak menghentikan perusahaan untuk terus maju dengan bisnis utama lainnya, yaitu virtual reality (VR).

Merek Vive HTC menghadirkan dua headset VR baru pada CES 2019, yaitu Vive Pro Eye dan Vive Cosmos. Vive Pro Eye adalah versi upgrade dari layar yang dipasang di kepala HTC dan dilengkapi teknologi pelacakan mata. Sementara Vive Cosmos ditujukan untuk pengguna tingkat pemula ­dengan prosedur pengaturan yang lebih sederhana dan kompatibilitas komputer yang jauh lebih luas. Akan tetapi, harga dan ketersediaan untuk Vive Pro Eye dan Vive Cosmos belum bisa dikonfirmasi.

Nvidia

CEO Nvidia Jensen Huang mengumumkan bahwa lebih dari 40 laptop baru akan tiba akhir bulan ini dengan prosesor grafis terpisah GeForce RTX 20 series.

Pada 2018, Nvidia telah mengumumkan RTX 2080m, RTX 2080 TI, RTX 2070, dan Titan RTX. Pada CES 2019, Nvidia justru menyisakan seri yang paling rendah, yaitu RTX 2060, hingga demo keynote CES 2019-nya. Perusahaan memamerkan bahwa RTX 2060 dapat menjalankan Battlefield V pada 60 frame per detik menggunakan resolusi 1.440p dengan ray tracing diaktifkan. GPU ini dapat memberikan dorongan besar bagi produsen laptop gaming karena bisa mengurangi desain laptop gaming yang biasanya bongsor.

Intel

Konferensi pers Intel pada CES 2019 berpusat pada cip laptop Ice Lake yang baru. Ini prosesor PC 10 nanometer pertama Intel untuk laptop tipis, yang akan memberikan masa pakai baterai yang lebih baik dan lebih sedikit pelambatan yang dipicu oleh panas.

Ice Lake menggunakan arsitektur mikro Sunny Cove milik Intel, yang memungkinkan lebih banyak tugas dieksekusi secara paralel dengan algoritma untuk mengurangi latensi. Cip ini juga menjanjikan kinerja kecerdasan buatan (AI) yang lebih cepat, integrasi Thunderbolt 3, dan dukungan wifi 6. Intel juga mengumumkan Snow Ridge SoC 10 nm mendukung teknologi 5G.

Huawei dan Honor

Selama setahun terakhir, Huawei diliputi dengan kontroversi seputar dugaan terkait spionase pemerintah Tiongkok. Beberapa negara, termasuk Amerika Serikat telah melarang penggunaan peralatan jaringan Huawei, dengan alasan masalah keamanan. AS bahkan mencegah smartphone Huawei datang ke negara itu.

Namun, itu tidak menghentikan Huawei dari membawa barang baru ke CES 2019 meskipun dengan cara lebih senyap. Meskipun tidak ada pengumuman smartphone dari Huawei atau submereknya Honor, raksasa Tiongkok itu memiliki laptop dan tablet baru untuk dipamerkan.

MateBook 13 adalah laptop kelas menengah terbaru Huawei yang menyaingi MacBook Air. Huawei juga mengung­kapkan Huawei ­MediaPad M5 Lite yang ramah keluarga, terbuat dari alu­minium yang tahan benturan.

Acer

Acer memperkenalkan Chromebook 315 selama CES 2019. Dijadwalkan tiba pada kuartal I 2019, yang akan menjadi Chromebook pertama APU all in one yang diproduksi oleh AMD. Acer biasanya menggunakan prosesor berbasis Intel di Chromebook, tetapi perusahaan memilih APU khusus model ini untuk lebih mendukung aplikasi berbasis Chrome dan Android. APU (singkatan dari Accelerated Processing Unit) menggabungkan CPU dan GPU dalam satu cip.

Acer juga mengumumkan laptop Windows 10 baru, Swift 7. Notebook layar sentuh 1.920x1.080 pixel 14 inci memiliki bezel yang sangat tipis, yang memungkinkannya memiliki rasio layar ke bodi 92%. Bodi notebook ini juga sangat tipis hanya pada 9,95 mm dan sangat ringan hanya 1,96 pound, karena terbuat dari magnesium-lithium dan magnesium-­aluminium.

HP

HP mengumumkan Chromebook x360 14 G1 dan HP Chromebook 14. Yang terakhir ini hadir dengan prosesor AMD A4 atau seri A6 di dalamnya, dengan GPU Radeon R4 atau R5. Ini juga akan memiliki layar 14.366 x 768 pixel 14 inci ­dengan engsel 180 derajat, dengan 4 GB RAM dan 32 GB penyimpanan SSD. Chromebook HP 14 juga memiliki bobot 3,40 kilogram dan memiliki daya tahan baterai 9 jam 15 menit.

Chromebook x360 14 G1 yang lebih kuat hadir dengan CPU Pentium, Core i3, i5, atau i7 ge­nerasi ke-8 Intel, tergantung pada model mana yang Anda inginkan. Laptop ini memiliki 16 GB RAM dan penyimpanan onboard 32 GB atau 64 GB.***

Bagikan: