Pikiran Rakyat
USD Jual 14.288,00 Beli 13.988,00 | Sebagian cerah, 20.3 ° C

Cara Hapus Bloatware, Aplikasi Bawaan Pemakan Memori Internal dan RAM Smartphone Anda

Asep Budiman
Bloatware.*/MAKE TECH EASIER
Bloatware.*/MAKE TECH EASIER

SETIAP telefon pintar yang dirilis produsen biasanya sudah terinstal aplikasi bawaan. Padahal, tidak semua aplikasi tersebut berguna bagi Anda.

Aplikasi bawaan yang tidak diperlukan itu disebut bloatware atau junkware yang bisa memakan 20%-30% memori internal smartphone dan menyedot RAM meski tidak digunakan.

Bloatware ada di sistem operasi Android ataupun iOS. Bukan hanya produsen smartphone yang menyematkan aplikasi bawa­an, Google pun memaksakan aplikasi buatannya, misalnya Duo, Play Music, Play Movies, dan lainnya. Apple juga memuat beberapa aplikasi yang tidak dapat dihapus, termasuk Stocks, Weather, dan Map.

Beberapa mungkin sebenarnya bermanfaat, tetapi sebagian be­sar tidak akan pernah digunakan. Produsen menambahkannya dengan harapan Anda akan menyukainya dan tidak ingin beralih ke produsen lain.

Bloatware.*/DIGNITED

Anda dapat menemukan sejumlah apli­kasi yang tidak dapat dihapus dari pihak ketiga atau pabrikan untuk disertakan pada pe­rangkat Anda, seperti aplikasi musik, fim, atau aplikasi anti­malware.

Kebanyakan ­aplikasi tersebut digratiskan, tetapi ada pula yang menawarkan periode uji coba gratis agar berlangganan berbayar sesudahnya.

Jika ditanya mengapa produsen meng­instal bloatware tersebut, mungkin mereka akan menyebut aplikasi tersebut sebagai ­nilai tambah dari perangkatnya. Meskipun sebenarnya, produsen menginstal itu karena mereka bekerja sama dengan perusahaan yang membuatnya.

Menghapus aplikasi

Ada beberapa tip agar Anda dapat menghapus, menonaktifkan, atau setidaknya menyembunyikan aplikasi dan bloatware yang sudah di-install sebelumnya.

Dengan menghapus aplikasi yang tidak dibutuhkan, Anda akan dapat meningkatkan kinerja ponsel dan mem­perluas ruang penyimpanan.

Untuk menyingkirkan bloatware yang mengganggu, Anda pada dasarnya memi­liki dua opsi, yaitu menonaktifkan atau menghapus instalasi. Keduanya memiliki pro dan kontra, tetapi apa perbedaannya?

Menghapus bloatware adalah langkah yang berisiko karena se­penuhnya menghapus file dari perangkat Anda.

Meskipun ini ada­lah cara terbaik untuk memastikan bahwa aplikasi tidak akan mengganggu ­lagi. Tindakan itu dapat menyebabkan masalah le­bih lanjut di telefon jika bebe­rapa file tersebut ternyata diperlukan oleh sistem.

Sementara itu, menonaktifkan ­bloatware jauh lebih bebas ri­si­ko. Ini akan memastikan bahwa aplikasi tidak mema­kan RAM dengan beroperasi di latar, tetapi aplikasi tersebut tidak benar-benar hilang.

Bergantung pada aplikasi dan perangkat, pilihan antara mencopot dan menonaktif­kan aplikasi tertentu mungkin tersedia, mungkin juga tidak.

Menonaktifkan aplikasi

Banyak aplikasi yang terus menyedot daya meski tidak diguna­kan secara aktif. Mereka juga memakan ruang penyimpanan. Na­mun, sejak Android 4.0 Ice Cream Sandwich, ada opsi untuk me­nonaktifkan aplikasi.

Caranya, masuk ke Setting, lalu ke App. Di sini, di sebagian be­sar ponsel, Anda akan menemukan tiga tab, yaitu All Apps, Disabled, dan Enabled.

Dengan mengetuk aplikasi itu, Anda akan melihat bahwa beberapa aplikasi da­pat dihapus instalasinya. Ini berlaku untuk aplikasi yang mungkin telah Anda unduh sendiri, tetapi juga akan ada bloatware yang tidak dapat Anda hapus.

Beberapa aplikasi tidak dapat dihapus atau dinonaktifkan. Aplikasi ini sangat penting agar ­Android dapat berjalan dengan baik.

Aplikasi yang tidak termasuk salah satu dari dua kategori ini biasanya dapat dinonaktifkan, kecuali pada partisi sistem yang di­lindungi (beberapa produsen sengaja melakukan ini dengan aplikasi mereka).

Beberapa aplikasi seperti TalkBack dapat dinonaktifkan. Na­mun, ada juga opsi untuk menghapus pembaruan yang akan mengatur ulang aplikasi ke reset pabrik, membuatnya menjadi sedikit lebih ringan.

Jika menggunakan aplikasi pihak ketiga untuk pos-el, An­da dapat membuat aplikasi pos-el default di Android menghilang.

Saat menonaktifkan aplikasi, sistem memperingatkan Anda bah­wa beberapa program mungkin tidak berfungsi dengan benar se­telahnya.

Jika Anda berubah pikiran, Anda dapat kembali ke daftar apli­kasi dan membalik­kan prosesnya. Setiap aplikasi akan terus ter­daftar, bahkan jika itu tidak terlihat di folder aplikasi.

Meski tata letak dapat sedikit berbeda bergantung pada sistem operasi pabrikan, prosesnya sangat mirip pada kebanyakan smartphone.

Hal itu bisa membuat frustrasi ketika Anda benar-benar ingin menghapus aplikasi, tetapi sistem hanya memungkinkan Anda menonaktifkannya. Ada cara untuk mendapatkan kontrol penuh atas perangkat ­lunak ponsel Anda.

Jika Anda tidak takut membatalkan garansi untuk menying­kir­kan aplikasi tertentu seperti Samsung Pay atau aplikasi perban­kan online tertentu, Anda dapat melakukan root pada perangkat. Kemudian, Anda dapat menghapus aplikasi apa pun.

Penghapus aplikasi sistem (root) membantu Anda melakukan hal itu. ­Na­mun, berhati-hatilah, melakukan root ­da­pat membuat sejumlah aplikasi lain berhenti berfungsi dengan benar.***

Bagikan: