Pikiran Rakyat
USD Jual 14.084,00 Beli 14.182,00 | Cerah berawan, 32.6 ° C

2019, Tahun Berat bagi Sejumlah Merek Smartphone

Asep Budiman
Smartphone 2019.*/ANDROIDPIT
Smartphone 2019.*/ANDROIDPIT

TAHUN ini akan menjadi masa yang ­penting bagi banyak produsen ponsel ­pintar. Pangsa pasar telefon cerdas telah banyak ber­ubah dalam beberapa tahun terakhir.

Secara global, Samsung masih memuncaki pasar smartphone. Huawei kini menempati peringkat kedua setelah menggeser Ap­ple yang merosot ke tiga besar. Namun, mereka terancam oleh pendatang baru seperti Xiaomi, Oppo, dan OnePlus.

Berdasarkan laporan Androidpit, tahun 2019 menjadi tahun kunci bagi perebutan pangsa pasar dengan munculnya smartphone lipat dan 5G. Namun, apa yang akan terjadi dengan Sony, LG, Motorola, dan HTC? Apakah perusahaan-perusahaan ini dapat tetap bertahan?

Sony

Ketika kita berbicara tentang Sony, kita semua tahu bahwa me­reka memiliki re­putasi sebagai perusahaan yang besar. Merek Je­pang ini berhasil mengukir namanya di dunia teknologi berkat televisi, stereo, dan tentu saja Play Station.

Akan tetapi, berbeda ketika kita berbicara tentang smartphone. Keluarga Xperia sempat populer beberapa tahun lalu, tetapi ­kini meredup terutama di Indonesia.

SONY XZ4.*/DOK. PR

Sementara itu, model high-end terbaru dari Sony tidak diterima dengan baik. Mereka tidak dapat bersaing dengan Samsung atau Huawei dengan harga yang sama.

Selain itu, strateginya untuk memperkenalkan flagship (ponsel unggulan) setiap enam bulan bukanlah langkah yang terbaik. Hanya penggemar merek Sony yang membeli Xperia terbaru.

Padahal, Sony memproduksi sensor gambar yang sangat baik, termasuk IMX-nya yang terkenal. Bahkan, beberapa smartphone dengan kamera terbaik di pasaran menggunakan sensor dari me­rek Jepang itu seperti Pixel 3, Galaxy S9+, Huawei P20 Pro, dan iPhone. Jadi, me­ngapa perangkat Sony tidak menonjol, terutama di sektor kamera?

Tampaknya, perusahaan berencana menyatukan perangkat lu­nak dan pe­rangkat kerasnya untuk sektor fotografi. Mereka ingin membuat perangkat kamera mereka menonjol karena sangat pen­ting di zaman sekarang ini dengan melahirkan XZ3.

Sony akan meluncurkan XZ4 yang diharapkan mendukung 5G dan kemungkinan akan disaji­kan di Mobile World Congress di Barcelona 2019.

Sony juga diha­rapkan untuk memperluas seri kelas menengah dengan Xperia XA3 dan L3. Selain itu, Sony akan berlomba menghadirkan smartphone lipat pertama yang terungkap dalam paten baru-baru ini.

LG

Raksasa Korea, LG, tidak berhasil dengan baik di divisi mobile-nya, setidaknya dalam hal jumlah penjualan. Sejak 2016, mereka mengalami kerugian dari kuartal ke kuartal.

Dinamikanya sama pada tahun 2018. Meskipun demi­kian, LG sukses besar di divisi televisi. Terlepas dari kerugian di sektor ponsel cerdas, perusahaan masih menguntung­kan di sektor lain.

LG V40 ThinQ.*/DOK. PR

LG sangat berharap bahwa perangkat kelas atas terbarunya, V40 ThinQ yang pertama dengan lima kamera terintegrasi, akan dirilis pada Oktober 2019. Perusaha­an menargetkan angka penjualannya melebihi LG G7.

Dengan semua perkembangan ini, LG memiliki rencana ambisi­us untuk tahun 2019, termasuk pengenalan smartphone lipat. Samsung dan Huawei tampaknya berlomba-lomba mencari posisi untuk menjadi yang pertama merilis perangkat semacam ini.

Akan tetapi, bagaimana ­jika LG adalah yang pertama menyelesaikan tantangan tersebut? Rumor mengatakan, perangkat lipat LG akan siap pada Consumer Electronics Show (CES) di Las Vegas pada Januari 2019.

Dalam beberapa waktu ke muka, ­kita juga akan me­lihat G8 dan V50 pada 2019. Akankah perangkat ini terintegrasi dengan 5G? Kita tunggu saja.

Motorola

Motorola dinilai ”bingung” selama beberapa tahun terakhir. Sempat dijual ke Lenovo, kemudian menjadi Moto dan sekarang Motorola lagi.

Jumlah penjualannya tidak besar di sebagian besar pasar. Akan tetapi, di negara berkembang seperti Brasil, Motorola adalah me­rek terlaris kedua dan sangat kuat berkat model entry-level. Ini juga cukup sukses di AS, sebagian karena tidak adanya Huawei dan Xiaomi.

Strategi perusahaan adalah terus ber­operasi secara terpisah da­lam dua domain. Di Eropa, AS, dan Amerika Latin, perangkat me­reka disebut Moto. Di Tiongkok dan India, perangkat mereka ma­sih memiliki nama Lenovo. Ini mirip dengan dinamika ­Hua­wei/Honor.

Ambisinya adalah untuk memprioritaskan perangkat kelas me­nengahnya daripada flagship-nya. Tanpa ragu, peluncuran terbesar­nya pada tahun 2019 adalah Moto G7 yang diharapkan hadir dalam empat versi berbeda.

Nokia

Dulu, siapa yang tak kenal telefon seluler sejuta umat Nokia. Pa­da tahun 2009, ketika ponsel Android dan iPhone masih baru, No­kia masih dominan dengan pangsa pasar 39%.

Sayangnya, perusahaan ini tidak tahu bagaimana caranya meng­ikuti perkembangan zaman dan sejak saat itu anjlok. Setelah dijual ke Microsoft dan memaksa­kan menggunakan sistem ope­rasinya sen­diri adalah keputusan yang membawa malapetaka.

Kemudian, perusahaan ini dibeli oleh HMD Global yang dibentuk oleh mantan eksekutif Nokia. Dengan komitmen yang dia­rah­kan untuk smartphone Android dengan harga terjangkau, hasil­nya cukup bagus. Sekarang, semua orang sedang menunggu rilis Nokia 9 pada 2019 yang digadang-gadang akan ada lima kamera belakang.

HTC

HTC tidak memiliki tahun yang luar ­biasa di tahun 2018. Angka penjualan mereka di bulan November 2018 sangat buruk dengan penurunan pendapatan dari tahun ke tahun lebih dari 70%.

Per­usaha­an itu memperoleh kurang dari 1 miliar dolar AS untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade. Ini ber­sa­maan dengan pengurangan besar dalam jumlah karyawan perusahaan 25%.

HTC U12+*/HTC

Pada 2017, setelah beberapa kuartal dengan hasil negatif, HTC menjual sebagian divisi smartphone-nya ke Google, termasuk 2.000 karyawan. Banyak di ­antara mereka bekerja pada pengem­bangan Pixel dan Pixel 2.

Smartphone high-end terbaru HTC adalah U12+ yang diperkenalkan pada Mei 2018. U12+ adalah perangkat yang tidak mengesankan masyarakat umum.

Meskipun ada rumor bahwa HTC akan berhenti membuat smartphone, merek asal Taiwan ini ma­sih akan terus men­coba. Jadi, apa yang akan menjadi fokus HTC di tahun mendatang?

Untuk saat ini, HTC telah meluncurkan Exodus 1. Smartphone pertama dengan teknologi blockchain, yaitu perangkat ­untuk me­nyimpan mata uang digital ­Anda. HTC telah mengonfirmasi ke­mitra­annya dengan Sprint untuk peluncuran perangkat 5G.

Me­nurut Presiden HTC Taiwan, perusahaan akan fokus pada ­pe­rangkat kelas menengah dan atas, setidak­nya pada paruh pertama 2019. Ini termasuk HTC Desire 12s yang baru saja diperkenalkan.

Akan tetapi, jika keadaan tidak membaik, HTC mungkin memfokuskan upaya mereka pada pengembangan sektor ­virtual reality. Vive headset adalah ­produk utama mereka, jadi masa depan HTC mungkin dalam realitas virtual.***

Bagikan: