Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Sebagian cerah, 28.1 ° C

Tidak Meratanya Sebaran Murid TK di Margaasih

Surat Pembaca
ILUSTRASI .*/DOK.PIKIRAN RAKYAT
ILUSTRASI .*/DOK.PIKIRAN RAKYAT

HARI pertama sekolah di tahun ajaran baru, umumnya disambut gembira oleh para murid, orangtua, sekaligus guru-guru. Teman-teman dan suasana di lingkungan baru, sering kali menjadi penambah semangat para murid TK untuk bersekolah. Hal itu pun tentu akan mendatangkan kebahagiaan tersendiri bagi para guru dan orangtua.

Namun, hal itu tak kami lihat di salah satu TK di lingkungan Perumahan Margaasih Permai, Kabupaten Bandung. Pada hari pertama bersekolah di tahun ajaran baru, tak sampai lima murid yang terlihat di dalam kelas yang luas dan ditempati belasan bangku.

Menurut kami sebagai orangtua murid, hal itu terjadi bukan lantaran minimnya fasilitas sekolah yang membuat orangtua murid lainnya enggan mendaftar, bukan pula karena ketiadaan guru yang mengajar. Hal tersebut mengingat sekolah ini sudah belasan tahun berdiri, sehingga sudah dilengkapi dengan fasilitas memadai dan memiliki tenaga pengajar yang mumpuni.

Sementara itu, TK-TK lain di lingkungan perumahan ini jumlah muridnya justru membeludak. Bahkan jika dilihat dari sejumlah ruang kelas yang terdapat TK-TK tersebut, dalam hal kapasitas tampaknya kurang memadai untuk menampung jumlah murid yang begitu banyak. Hal itu tentu bertolak belakang dengan TK yang sepi peminat ini. Lengkapnya fasilitas yang dimiliki berupa ruang kelas dan lahan bermain yang luas, tak dapat dimanfaatkan dengan maksimal karena jumlah murid yang sangat sedikit.

Dalam hal ini, kami sadar betul bahwa pilihan sekolah memang kembali kepada setiap orangtua. Faktor seperti jarak, fasilitas, dan lain-lain, kerap menjadi pertimbangan. Namun, menurut saya, alangkah baiknya jika ada pihak berwenang yang betul-betul mengatur sebaran murid serta mengawasi sekolah-sekolah yang ada, agar lebih merata baik secara kualitas maupun kuantitas muridnya. Hendaknya pihak berwenang itu pun tak hanya memberi izin pendirian sekolah terus-menerus hingga jumlahnya begitu banyak. Akan tetapi, juga memantau dan mengawasi betul-betul sekolah-sekolah tersebut sehingga ketimpangan seperti ini tidak terjadi. Selain itu, sebaiknya terapkan juga aturan dan batasan yang jelas mengenai penerimaan jumlah murid, agar disesuaikan dengan jumlah guru serta klasifikasi sekolah berdasarkan izin yang dimiliki setiap lembaga pendidikan (misalnya Kober, PAUD, atau TK), mengingat hal ini akan berkaitan erat dengan efektivitas kegiatan belajar-mengajar, kenyamanan para murid di dalam ruang kelas, dan keberlangsungan sekolah itu sendiri.

Demikian surat ini saya buat. Mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang berkenan. Hal ini semata-mata sebagai bentuk kepedulian kami pada TK yang saat ini menjadi tempat anak-anak kami bermain dan belajar, agar bisa terus beroperasi dan membina generasi-generasi berkualitas di masa mendatang. Hormat kami kepada para guru yang tetap setia mengabdi dan bersemangat mengajar di tengah segala keterbatasan.

Terima kasih kepada Redaksi Pikiran Rakyat yang telah memuat surat kami ini.

Katri Diana Yusti

Jalan Aen Suhendra No 20 (belakang)

Desa Nanjung

Kecamatan Margaasih

Kabupaten Bandung 40217

Bagikan: