Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Sebagian cerah, 28.1 ° C

Wacana Impor Rektor Asing

Surat Pembaca
PERLUKAH rektor asing untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi dan mahasiswa Indonesia.*/ANTARA
PERLUKAH rektor asing untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi dan mahasiswa Indonesia.*/ANTARA

BEBERAPA  waktu lalu, masyarakat dikejutkan dengan rencana pemerintah untuk impor guru. Sekarang hadir isu baru,  wacana untuk impor rektor asing.  Kegaduhan baru terjadi di lingkungan pendidikan tinggi.

Beragam pendapat dilontarkan oleh para pakar pendidikan, kalangan akademisi, pengamat pendidikan tinggi, hingga para pelaku dari kalangan pendidikan tinggi sendiri.

Tujuan impor rektor asing adalah  untuk menaikkan peringkat perguruan tinggi negeri Indonesia di level dunia. Acuan dan pembanding yang digunakan adalah Singapura, negara tetangga yang peringkatnya dianggap lebih baik.

Banyak kalangan yang menyayangkan apabila  kebijakan tersebut benar-benar mau dilaksanakan. Banyak hal yang harus dipertimbangkan. Sebagaimana  pendapat para pengamat pendidikan. Untuk menaikkan peringkat, yang berarti menaikkan kualitas, yang perlu dibenahi adalah kultur akademik, infrastruktur pendidikan, seperti laboratorium dan perpustakaan, membangun iklim dan lingkungan akademik yang kompetitif dan adaptif,  serta penyediaan anggaran riset yang sangat memadai.

Pragmatisme dunia politik ternyata juga sudah menjalar ke lingkungan pendidikan. Meraih peringkat dunia menjadi salah kaprah apabila upaya tersebut dilakukan dan  ditempatkan sebagai sebuah tujuan. Meraih peringkat (dunia) adalah salah satu cara dan upaya untuk  meningkatkan kualitas pendidikan. Dalam konteks  yang lebih luas,  selayaknya rakyat  diajak bicara. Ada parlemen yang sepatutnya dilibatkan, apalagi, kebijakan yang akan dibuat nantinya menyangkut kepentingan nasional, kepentingan bangsa dan negara. Mengapa prokontra selalu muncul ketika pemerintah hendak merilis sebuah kebijakan yang kurang populis ?

Konsultasi dan sosialisasi menjadi sangat krusial untuk dilakukan agar kebijakan yang dibuat tidak selalu memunculkan serta memicu kegaduhan. Kemandirian, konsep nawacita Presiden Jokowi sudah saatnya diimplementasikan dalam ranah ini.

Berdikari dalam bidang pendidikan, bukan hal yang mustahil untuk dijalankan dalam pemerintahan Jokowi ke depan. Indonesia memiliki banyak diaspora yang berkelas dunia. Rasanya jika mau, pemerintah tidak sulit untuk menemukannya. Mereka pasti punya nasionalisme, punya rasa kebanggaan bisa mengabdi pada bangsa dan negaranya,  salah satunya menjadi rektor perguruan tinggi di negeri sendiri.

Budi Sartono Soetiardjo

Graha Bukit Raya I

Blok F5/19

Desa Cilame

Kecamatan Ngamprah

Kabupaten Bandung Barat

 

Bagikan: