Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Umumnya cerah, 22.6 ° C

Ketika Koalisi Bubar

Surat Pembaca
PILPRES 2019.*/DOK. PR
PILPRES 2019.*/DOK. PR

BANYAK fakta menarik muncul selepas Pilpres 2019, terutama setelah ditetapkannya Jokowi-Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden Terpilih 2019-2024. Koalisi partai politik pendukung dua capres yang berkontestasi mulai berbenah, mengambil ancang-ancang, setelah hasil pilpres diumumkan secara resmi oleh KPU. 

Bahkan, salah satu koalisi dari partai pendukung capres-cawapres, telah mendeklarasikan diri bubar, dan mempersilakan anggotanya bebas menentukan sikap politik mereka. Ada dua pilihan bagi parpol pendukung koalisi, yakni berkoalisi dengan pemenang, atau tetap menjadi oposisi. Kepentingan moral-ideologis atau pragmatisme politik yang tentunya menjadi pertimbangan.

Koalisi bubar, selesai sudah sekutu politik pascakontestasi, atau koalisi jalan terus, adalah komitmen yang sudah barang tentu telah dikalkulasi masak-masak untung-rugi, manfaat, maupun mudaratnya.

Sebuah fenomena politik muncul belum lama ini, ketika ketua umum dari salah satu parpol koalisi pendukung capres pemenang, mendeklarasikan satu sosok yang akan diusungnya pada Pilpres  2024. Padahal,  tugas koalisi belum selesai, dan koalisi belum dinyatakan bubar. Banyak tafsir politik muncul atas kejadian tersebut. 

Politik memang cair dan sangat dinamis. Begitu pula para pelakunya. Soliditas sebuah koalisi pada akhirnya akan diuji oleh waktu, kepentingan, maupun agenda politik masing-masing parpol anggota koalisi. Tak ada yang abadi dalam politik, karena kepentinganlah yang menjadi panglima semua ini. Politik bermoral seharusnya yang menjadi pijakan dalam berbangsa dan bernegara. Koalisi atau beroposisi adalah terminologi dalam politik pragmatis, yang sesungguhnya tidak dikenal dalam sistem ketata negaraan kita. Musyawarah-mufakat adalah spirit yang seharusnya dipelihara dan dikembangkan. Inilah yang telah ditunjukkan secara  elok oleh Jokowi dan Prabowo, ketika keduanya bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Budi Sartono Soetiardjo

Graha Bukit Raya I

Blok F5/19

Desa Cilame

Kecamatan Ngamprah

Kabupaten Bandung Barat

 

Bagikan: