Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Sebagian berawan, 23.3 ° C

Menyoroti  Defisitinya Keuangan BPJS Kesehatan 

Surat Pembaca
ILUSTRASI bpjs.*/ DOK. PIKIRAN RAKYAT
ILUSTRASI bpjs.*/ DOK. PIKIRAN RAKYAT

MIRIS membaca berita mengenai defisitnya keuangan BPJS Kesehatan tahun ini. Hal ini dikarenakan jumlah iuran yang dibayarkan peserta lebih kecil daripada nilai aktuaria. Tentu masyarakat khawatir berdampak pada berkurangnya layanan kesehatan masyarakat.

Kondisi ini tentunya tidak akan terjadi, jika paradigma pelayanan kesehatan tidak dalam skema asuransi. Dimana rakyat bancakan agar bisa mendapatkan layanan kesehatan. Akhirnya, semua dana sangat bergantung pada jumlah iuran yang dibayarkan rakyat. Skema ini terbukti sudah lama dilakukan di negara-negara maju Barat dan ternyata mengalami permasalahan yang serupa.

Seharusnya paradigma itu diubah. Layanan kesehatan harus dipandang sebagai kewajiban negara terhadap rakyatnya. Kewajiban tersebut dan tidak boleh dialihkan kepada siapa pun yang lain, baik dalam bentuk badan apalagi individu. Hal ini sesuai dengan prinsip syariah Islam, dimana negara adalah pengatur urusan rakyatnya.  

Sejarah Islam membuktikan bahwa negara bisa memberikan layanan kesehatan dengan gratis, tanpa skema asuransi. Will Durant dalam The Story of Civilization menyatakan, ”Islam telah menjamin seluruh dunia dalam menyiapkan berbagai rumah sakit yang layak sekaligus memenuhi keperluannya. Contohnya, Bimaristan yang dibangun oleh Nuruddin di Damaskus tahun 1160 telah bertahan selama tiga abad dalam merawat orang-orang sakit tanpa bayaran dan menyediakan obat-obatan gratis.” 

Terima kasih kepada Redaksi Pikiran Rakyat yang berkenan memuat tulisan ini.

Idea Suciati 
Puri Indah Blok B5 No. 5
Desa Cikeruh
Kecamatan Jatinangor
Kabupaten Sumedang

Bagikan: