Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Langit umumnya cerah, 25.9 ° C

Memaknai Visi Manajemen Talenta Presiden Jokowi

Surat Pembaca
MENTERI Kominfo, Rudiantara, mengatakan, Indonesia butuh 600.000 digital talent untuk disiapkan menghadapi bonus demografi 2030. Namun, saat ini, baru ada sekitar 34.000 yang sudah dilatih. Digital talent adalah mereka yang antusias mempelajari coding, artifisial intelligent dan hal lain yang menyangkut teknologi revolusi industri 4.0.*/DOK HUMAS KEMENKOMINFO
MENTERI Kominfo, Rudiantara, mengatakan, Indonesia butuh 600.000 digital talent untuk disiapkan menghadapi bonus demografi 2030. Namun, saat ini, baru ada sekitar 34.000 yang sudah dilatih. Digital talent adalah mereka yang antusias mempelajari coding, artifisial intelligent dan hal lain yang menyangkut teknologi revolusi industri 4.0.*/DOK HUMAS KEMENKOMINFO

DALAM pidatonya di Sentul, Jawa Barat, Minggu, 14 Juli 2019 lalu, Presiden RI terpilih 2019-2024, Joko Widodo, melontarkan sebuah isu menarik tentang manajemen talenta. Visi yang relatif baru dalam agenda pemerintahannya lima tahun ke depan.

Dalam KBBI, kata talenta memiliki arti pembawaan seseorang sejak lahir atau bakat. Jadi, apabila diterjemahkan secara bebas, manajemen talenta adalah sebagai cara dan upaya yang harus dilakukan secara terus-menerus serta berkesinambungan guna mengelola, mengembangkan, serta mengoptimalkan bakat seseorang, atau sekelompok orang di negeri ini dalam menyambut tantangan zaman.

Dalam era disrupsi revolusi industri 4.0 saat ini, sudah barang tentu, talenta harus diarahkan, ditajamkan, bahkan dikondisikan. Manusia dilahirkan dengan bakatnya, dengan talenta masing-masing. Peran pendidikan sangat strategis dalam mengarahkan, mengembangkan, serta mengoptimalkan talenta-talenta anak bangsa. Bakat seni, bakat keterampilan, dan bakat-bakat lainnya adalah bagian yang harus dikembangkan dan dioptimalkan dalam memasuki fase disrupsi global saat ini.

Oleh karena itu,  manajemen talenta tentunya tak hanya berbicara soal industri dengan segala turunannya. Manusia Indonesia sangat kaya dengan talenta. Keragaman yang dimiliki oleh  bangsa ini sangat berperan dalam melahirkan banyak talenta. Ini yang harus digali dan dikembangkan, guna menjawab ajakan dan tantangan presiden Jokowi dalam visi Indonesia. Manajemen talenta menjadi menarik, karena sesungguhnya potensi talenta anak-anak bangsa ini luar biasa,  yang harus dieksplorasi sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah kekuatan dan aset.

Revolusi industri 4.0 adalah salah satu tantangan, dari sekian banyak tantangan yang bakal dihadapi oleh bangsa Indonesia dalam 5-25 tahun ke depan. Ketika Indonesia memasuki era bonus demografi 2030 nanti, talenta anak bangsa bakal menjadi  kekuatan dahsyat yang siap menghadapi tantangan perubahan dan dinamika global, khususnya dalam persaingan sumber daya manusia, baik di bidang industri, teknologi maupun ekonomi.

Budi Sartono Soetiardjo

Graha Bukit Raya I

Blok F5/19

Desa Cilame

Kecamatan Ngamprah

Kabupaten Bandung Barat

Bagikan: