Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Sebagian berawan, 23.5 ° C

Hentikan Perdagangan Orang

Surat Pembaca
ILUSTRASI perdagangan orang.*/ DOK.PIKIRAN RAKYAT
ILUSTRASI perdagangan orang.*/ DOK.PIKIRAN RAKYAT

SERIKAT Buruh Migran Indonesia (SBMI) mencatat ada 29 perempuan jadi korban pengantin pesanan di Tiongkok selama 2016-2019. Para perempuan ini dibawa ke Tiongkok dan dinikahkan dengan lelaki di negara tersebut, dengan iming-iming diberi nafkah besar.

Di Tiongkok, para korban kerap dianiaya suami dan dipaksa berhubungan seksual, bahkan ketika sedang sakit. Para korban juga dilarang berhubungan dengan keluarga di Indonesia. SBMI menduga, pengantin pesanan merupakan modus dari Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Sebab, ada proses yang mengarah ke perdagangan yang terencana.

Kasus ini menambah deretan kasus perdagangan manusia, khususnya perempuan. Faktor ekonomi menjadi alasan para perempuan ingin bekerja walaupun harus bekerja di luar negeri menjadi pengantin pesanan. Faktor ekonomi pun dijadikan alasan sindikat jahat meraup keuntungan. Perempuan dijadikan objek dan komoditas bisnis gelap ini.

Kami berharap, pemerintah mampu menghentikan kejahatan perdagangan orang ini dari akarnya. Pemerintah bertanggung jawab atas kebutuhan ekonomi rakyatnya. Pemerintah harus membuka lapangan kerja yang menyerap tenaga kerja sehingga tak perlu harus jauh-jauh ke luar negeri. Khususnya bagi para perempuan dijaga agar bisa fokus pada tugas sesuai fitrahnya.

Selain itu, pemerintah harus mampu menjadi penjaga akidah dan keimanan rakyatnya, sehingga mencegah rakyatnya mau dijual atau pun melakukan praktik penjualan manusia. Pemerintah pun harus menyiapkan sanksi yang lebih tegas bagi siapa pun yang melakukan kejahatan ini.

Terima kasih kepada Redaksi ”PR” yang berkenan memuat tulisan ini.

Idea Suciati

Puri Indah B.5 No.5

Kecamatan Jatinangor

Kabupaten Sumedang

Bagikan: