Pikiran Rakyat
USD Jual 14.099,00 Beli 14.197,00 | Cerah berawan, 20.7 ° C

Polisi Tidur Memicu Kemacetan

Surat Pembaca
ILUSTRASI kemacetan.*/DOK. PR
ILUSTRASI kemacetan.*/DOK. PR

HALO ”PR”, di jalan menuju Jalan Aruman dari mulai Terminal Gunung Batu, Kota Cimahi, banyak sekali dijumpai alat pembatas kecepatan berupa ”tanggul jalan” (polisi tidur). Di jalan yang relatif kecil dan sempit ini banyak sekali dijumpai ”tanggul jalan” yang dibuat oleh warga setempat, dengan ukuran yang beragam dalam jarak yang berdekatan. Pemasangan ”tanggul jalan” yang begitu banyak dan dengan ukuran yang tidak sesuai peraturan ini sangat mengganggu, dan bahkan menyebabkan kemacetan di jam sibuk pada pagi dan sore hari. Terutama di setelah pertigaan Jalan Babakan Loa sampai dengan Jalan Budi Raya.

Pemasangan alat pembatas kecepatan beserta spesifikasi teknis berupa bentuk, ukuran, warna, tata cara pemasangan, pemeliharaan dan sebagainya sudah diatur dalam Permenhub 82/2018. UULLAJ dalam Pasal 28 ayat (1) dan ayat (2) juga mengatur tentang setiap orang pada dasarnya dilarang memasang alat pembatas kecepatan, apalagi perbuatan itu dapat mengakibatkan kerusakan dan atau gangguan fungsi jalan, serta kerusakan fungsi perlengkapan jalan. Sanksinya dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp 24 juta.

Menurut saya, penempatan dan pembuatan alat pembatas kecepatan tidak boleh dilakukan sembarangan, karena harus diselenggarakan oleh pihak yang mempunyai wewenang untuk itu.

Demikian surat pembaca saya, agar dapat menjadi perhatian pihak-pihak terkait antara lain Pemkot Cimahi dan Dishub Kota Cimahi.

Audi Stefiano

Cimindi Raya AE-2

Kelurahan Pasirkaliki

Kecamatan Cimahi Utara

Kota Cimahi

Bagikan: