Pikiran Rakyat
USD Jual 14.605,00 Beli 14.305,00 | Sedikit awan, 25.1 ° C

Rajut Kembali Persatuan, Kesatuan, dan Persaudaraan

Surat Pembaca
ILUSTRASI pemilu.*/ DOK. PIKIRAN RAKYAT
ILUSTRASI pemilu.*/ DOK. PIKIRAN RAKYAT

USAI  sudah pemilu serentak 17 April 2019 dilaksanakan, yang alhamdulillah berlangsung dengan aman, damai dan penuh kesejukan. Pupus sudah kegaduhan yang mendera kita hampir  tujuh bulan lamanya, menjelang pemungutan suara.

Perasaan lega dan plong tersirat dari wajah-wajah anak bangsa, ketika ke luar dari bilik suara, usai menunaikan hajat memilih calon-calon pemimpinnya. Pesta demokrasi yang cukup melelahkan, karena lamanya masa kampanye yang banyak menguras energi serta mengaduk-aduk perasaan masyarakat. 

Menjadi evaluasi besar bagi penyelenggara pemilu agar ke depannya pemilu lebih baik, mengingat banyak hal yang harus dipertimbangkan dalam penyelenggaraan dua pesta demokrasi pemilihan presiden dan pemilihan anggota legislatif yang dilakukan secara serentak. Ada beberapa kelemahan yang tidak diantisipasi oleh penyelenggara pemilu, sehingga ada beberapa pihak yang merasa tidak bisa secara maksimal mengaktualisasikan perannya dalam pemilu, terutama para caleg dan calon anggota DPD.

Hasil quick count, hitung cepat, beberapa lembaga survei sudah dirilis, yang menempatkan salah satu paslon sebagai pemenang. Kegaduhan baru pun muncul, ketika pasangan calon lain, pada saat yang sama, menyatakan diri pula sebagai pemenang. Situasi yang sebetulnya sudah mulai reda dan sejuk, selepas warga  menunaikan pencoblosan, menghangat kembali dengan munculnya hasil Quick Count.

Pesta demokrasi memang belum usai, sebelum hitung manual secara nasional tuntas dilakukan oleh KPU. Sesuai jadual, KPU akan mengumumkan hasil resmi pemilu tanggal 22 Mei 2019. Ada jeda waktu sekitar satu bulan masyarakat  harus menunggu hasil, yang kita harapkan tidak menimbulkan riak-riak sosial dan politik, yang membuat masyarakat resah dan tidak nyaman.

Pemungutan suara sudah selesai. Marilah kita kembali pada rutinitas kehidupan seperti semula. Buang sekat-sekat perbedaan yang selama ini timbul karena pandangan politik dan  selera pilihan. Kembalikan energi dan  pulihkan semangat persatuan dan kesatuan yang sempat terganggu karena penyelenggaraan pesta demokrasi pilpres dan pileg 2019 ini.

Sebuah langkah  bijak dan cerdas untuk memercayakan proses pemilu sepenuhnya kepada KPU dan Bawaslu, yang sudah teruji berulang kali menyelenggarakan pemilu secara aman dan damai. Mari kita rajut kembali kerukunan dan kedamaian pascapemilu. Tak ada yang diuntungkan apabila perseteruan dan perselisihan berlarut-larut. Kepada para pemimpin, ulama, pemuka agama, politisi dan para elite politik, tunjukkan keteladanan kepada rakyat, dengan menebar kesejukan dan menyuarakan kedamaian, bukan justru malah menciptakan keresahan baru.

Nyatakan,  bahwa pesta demokrasi lima tahunan ini hanya sebuah proses kehidupan politik biasa, sebagaimana proses-proses kehidupan lainnya, dilakukan semata demi dan untuk kemaslahatan rakyat, bangsa dan negara. Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah negara dan bangsa yang  besar, yang matang dalam berdemokrasi dan berbeda pendapat, ketika harus memilih pemimpin-pemimpin terbaiknya. ***

Budi Sartono Soetiardjo

Graha Bukit Raya I Blok F5/19,

Kelurahan Cilame

Kabupaten Bandung Barat

Bagikan: