Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Sedikit awan, 25.5 ° C

Lampu Stopan Dikeluhkan Warga

LAMPU merah yang berada di perempatan Jalan Soekarno Hatta-Kiaracondong, Kota Bandung ini terkenal dengan lampu merahnya yang cukup lama. Banyak warga terutama pengendara mengeluhkan tentang persoalan ini. Apalagi banyak julukan dari para pengendara karena menghadapi lamanya durasi lampu merah. Seperti ”perempatan 100 juta detik”. Ada juga yang menyebutkan ”perempatan susah move on’, dan masih banyak lagi.

Memang hal ini sering membuat warga merasa kesal saat menunggu perubahan lampu stopan dari warna merah ke warna hijau. Pasalnya durasi menunggu perubahan dari lampu merah ke hijau lebih panjang dibandingkan perubahan dari warna hijau ke merah. Hasilnya, durasi lampu merah ke hijau mencapai kurang lebih 5 menit sedangkan durasi perubahan dari lampu hijau ke merah hanya 2 menit. Ini artinya, lampu merah menyala lebih lama dibandikan lampu hijau.

Setiap kali lampu merah menyala di perempatan Jalan Soekarno Hatta-Kiaracondong, terkadang membuat antrean kendaraan yang cukup panjang. Apalagi jika siang bolong, panas matahari menyoroti ke penggendara motor sehingga membuat mereka kesal. Saking lamanya, penggendara motor sengaja mematikan mesinnya untuk menghemat bahan bakar. Tak hanya itu, lamanya lampu stopan kerap digunakan oleh pedagang asongan, pengamen, dan lain-lain.

Pemerintah Kota Bandung mengaku, lampu stopan di perempatan Soekarno Hatta-Kiaracondong memang berdurasi cukup lama dibandingkan perempatan lain. Hal ini disebabkan dimensi perempatan lampu stopan tidak bisa menampung jumlah volume kendaraan. Warga pun berharap agar pemerintah memberikan solusi, seperti di perempatan tersebut dibangun fly over. Karena perumahan penduduk semakin bertambah, otomatis kendaraan pun makin meningkat setiap harinya.

 

Muhammad Zaki Nur

Jalan Matahari X

No. 77 RT 8 RW 8

Cisereuh, Purwakarta

Bagikan: