Pikiran Rakyat
USD Jual 14.558,00 Beli 14.460,00 | Umumnya berawan, 20.4 ° C

Rupiah Terpuruk, Ekonomi Rakyat Kian Memburuk

MATA uang garuda terakhir dikabarkan menembus Rp 15.029 per dolar. Level terendah yang pernah dicapai sejak krisis 1998. Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang menyatakan bahwa penyebab utama anjloknya rupiah karena besarnya permintaan impor subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan listrik. Menurut Edwin, yang harus dilakukan pemerintah saat ini untuk memperbaiki kondisi rupiah dan perekonomian Indonesia adalah dengan mencabut subsidi BBM dan listrik.

Menurut hemat saya, solusi yang ditawarkan di atas akan sangat merugikan masyarakat. Pasalnya, apabila kebijakan itu direalisasikan, rakyat kecil akan semakin menjerit. Mereka akan menanggung beban hidup yang semakin berat. Bisa dibayangkan bila subsidi BBM dan listrik dicabut, biaya produksi dan distribusi barang akan merangkak naik. Alhasil, harga barang kebutuhan pun semakin mahal. Belum lagi Indonesia harus tetap membayar cicilan dan bunga utang luar negeri yang membengkak. Ujung-ujungnya pungutan pajak dari rakyat kian digalakkan. Rakyat lagi yang akan terbebani. Alih-alih menyejahterakan, yang ada ekonomi rakyat makin memburuk. Penguasa sendiri yang akhirnya mengingkari janji-janji manis menyejahterakan saat kampanye dulu.

Krisis rupiah sebenarnya bukan barang baru dalam perekonomian Indonesia yang menerapkan sistem ekonomi kapitalis. Walaupun beberapa kali terdampak krisis, sistem ini tetap jua dipertahankan. Padahal sistem berbasis ribawi dan penuh spekulatif inilah yang menjadi biang keladi permasalahan ekonomi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

 

Rina Yunita

Griya Kenari Mas E.6/6

Cileungsi Kidul, Kabupaten Bogor

Bagikan: