Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 28.7 ° C

Kembalikan Kedaulatan Produk Dalam Negeri

INDONESIA dikenal sebagai negara kaya sumber daya alam. Sangatlah tidak lazim jika sampai saat ini masih menggantungkan kebutuhan dalam negerinya dari kegiatan impor. Indonesia dikenal sebagai bangsa agraris, tetapi masih mengimpor bahan pokok. Nusantara dikenal sebagai negara kepulauan tetapi kerap mengimpor garam.

Kita dikenal sebagai negara kaya minyak tetapi masih mengimpor minyak. Jika alasan produksi dalam negeri masih belum mencukupi kebutuhan nasional maka solusinya bukan dengan cara impor terus-menerus. Namun, harus ada kebijakan nyata dan berkelanjutan guna meningkatkan produksi nasional. Syukur-syukur kelebihan produksi dalam negeri tersebut dapat dijadikan komoditas ekspor yang menghasilkan devisa negara.

Tidak ada salahnya jika kita berkaca kepada negara Brasil yang tidak mengimpor segala jenis barang yang telah diproduksi di dalam negerinya. Mereka lebih mengutamakan produk dalam negeri dibandingkan produk impor. Begitu pun dengan kebijakan proteksi pemerintah Jepang kepada produk berasnya. Jika kita mau mengekspor beras ke negeri Sakura maka Jepang menetapkan tarif bea masuk sebesar 1.000%. Suatu angka yang tidak masuk akal bagi pengusaha luar Jepang untuk ekspor beras ke negara tersebut. Pemerintah harus tegas dalam memproteksi komoditas dalam negerinya.

Pemerintah harus konsisten dalam upaya meningkatkan produksi konsumsi. Kita akan seterusnya mengimpor jika kita tidak memiliki kebijakan yang benar-benar berpihak pada produk-produk dalam negeri.

Sudah saatnya bangsa Indonesia memenuhi kebutuhan pokoknya dari produksi dalam negeri saja. Selain menjaga ketahanan pangan dalam negeri, juga untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang selama ini menjadi keresahan kita semua.

Tren penurunan nilai tukar rupiah yang terkesan konsisten selama empat tahun terakhir ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Bahwa sudah terlalu mengakar ketergantungan kita pada komoditas impor. Sudah terlalu adiktif bangsa ini dengan produk luar negeri. Sudah terlalu lama kedaulatan komoditas dalam negeri dijajah komoditas luar negeri.

 

Septiardi Prasetyo

Kompleks Pasanggrahan Indah

Blok 5 Nomor 2 Pasanggrahan

Kecamatan Ujung Berung, Kota Bandung

Bagikan: