Pikiran Rakyat
USD Jual 14.619,00 Beli 14.521,00 | Berawan, 22.6 ° C

Tingkatkan Kinerja Bank Indonesia

MELEMAHNYA nilai tukar rupiah merupakan dampak nyata dari penurunan ekonomi global. Peningkatan suku bunga di Amerika, membuat para investor berbondong-bondong menarik dolarnya dari negara-negara di dunia termasuk Indonesia. Kebijakan pemerintah Trump dalam meningkatkan suku bunga banknya, tentu tidak diinginkan negara-negara yang terkoreksi nilai mata uangnya.

Namun jika kita cermati grafik nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika selama empat tahun terakhir, terlihat jelas bahwa nilai tukar rupiah mengalami pelemahan signifikan dan berkelanjutan. Melalui situs www.kursdolar.net, kita bisa melihat grafik mimpi buruk mata uang kita. Mungkin yang kemudian menjadi pertanyaan kita, bagaimana pelemahan rupiah ini bisa berlangsung secara terus-menerus? Di manakah peran mereka yang ditugasi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah?

Bank Indonesia (BI) sebagai pihak yang bertanggung jawab menjaga stabilitas harga dan nilai tukar rupiah patut kita pertanyakan kinerjanya. Karena merekalah yang paling paham apa, mengapa dan bagaimana nilai tukar rupiah bisa melemah. Di acara Indonesia Bussines Forum yang ditayangkan salah satu televisi swasta beberapa bulan lalu, Mukhamad Misbakhun, Anggota Komisi XI DPR RI menjelaskan Bank Indonesia berkuasa penuh terhadap pengelolaan cadangan devisa dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar dan mengawasi inflasi.

Meningkatkan pengawasan kinerja BI merupakan salah satu kunci kestabilan nilai tukar rupiah. Mereka harus diberi target yang jelas dalam meningkatkan nilai tukar rupiah dalam waktu periode tertentu. Kita tentu tidak mengharapkan nila tukar rupiah terus melemah karena kinerja buruk mereka. Seolah-olah kita tidak berdaya untuk meredam terlebih membalikkan keadaan nilai tukar rupiah kita yang semakin terpuruk.

Akan tetapi, kita harus tetap optimistis, karena melemahnya nilai tukar rupiah tidak menempatkan Indonesia sebagai negara miskin yang berada di ambang krisis. Penurunan nilai rupiah tidak sama dengan penurunan cadangan devisa. Penurunan nilai rupiah tidak menghapus potensi ekonomi yang teramat besar untuk seluas-luasnya dimanfaatkan bagi kemaslahatan rakyat. Kita berharap Bank Indonesia lebih meningkatkan kinerjanya dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Karena penguatan nilai tukar rupiah bisa menjadi indikator kedaulatan ekonomi bangsa.

 

Septiardi Prasetyo

Kompleks Pasanggrahan Indah

Blok 5 Nomor 2 Kelurahan Pasanggrahan

Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung

Bagikan: