Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 21.2 ° C

Benang Merah Peristiwa Bersejarah di Purwakarta

TERDAPAT dua peristiwa bersejarah di Purwakarta periode Karawang pada 1830-1832 M. Peristiwa tersebut yaitu pemberontakan buruh tani teh asal Cina Makau di Karawang, hingga pemindahan pusat pemerintahan ibukota Karawang dari Wanayasa ke Sindangkasih, dan kemudian namanya diubah menjadi Purwakarta.

Pada masa terjadinya dua peristiwa penting tersebut, Karawang sedang dipimpin oleh bupatinya yang ke-XI Soeria Winata yang berpangkat tumenggung dan berjulukan Dalem Shalawat. Namun alur kronologi dari dua peristiwa itu, banyak para ahli dan tokoh setempat berbeda pendapat, sehingga benang merahnya belum didapatkan.

Para sejarawan terfokus dengan penentuan sejarah hari jadi saja. Padahal pemberontakan buruh tani teh asal Cina Makau di Wanayasa, adalah faktor utama penyebab ibukota Karawang dialihkan dan lahirnya hari jadi Purwakarta. Beberapa catatan naskah pribumi yaitu, ”Krawang, Carita Perang Cina Banjeung Puru , dan Campaka Warna”, menyepakati pemindahan tersebut terjadi tahun1830 M. Penelitian sejarawan Djoenaidi Abdulkadir Soemantapura menafsirkannya menjadi 7 Mei 1830 M.

Penemuan Besluit titimangsa Sindangkasih, 20 Juli 1831 No 2 oleh sejarawan RMA Ahmad Said Widodo tahun 2004 lalu, mematahkan semua perspektif para sejarawan yang kurang relefan. Dengan begitu, 7 Mei 1830 M adalah hari pindahnya ibukota Karawang atau harijadi Purwakarta versi pribumi. Sementara 20 Juli 1831 M, legalitas dari pemerintah Kolonial Belanda. Sementara pemberontakan buruh tani teh asal Cina Makau di Karawang, terjadi pada tahun 1831 M dan membludak pada tahun 1832 M. Berakhirnya pemberontakan tersebut pada tahun 1836 M.

 

Naurid M Rifa’i Ilyasa

Jalan Ibrahim Singadilaga No 36

Koncara, Purwakarta

Bagikan: