Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 21.6 ° C

Jaminan Kesehatan, Jangan Setengah Hati

PEMBATASAN (pengurangan) layanan kesehatan oleh BPJS Kesehatan berdasarkan aturan yang baru, sangat disayangkan. Karena semakin menipiskan harapan rakyat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan secara mudah dan lebih murah. Pasien beberapa penyakit, seperti katarak, fisioterali, dan persalinan, akan terkena dampaknya.

Jaminan kesehatan yang diberikan pemerintah (lewat BPJS) seperti setengah hati. Kalau dipikir-pikir, JKN sejatinya bukanlah jaminan. Karena faktanya, rakyat yang ”dipaksa” untuk menjamin dirinya dengan membayar iuran dalam skema asuransi sosial.

Permasalahan ini memang pelik. Di satu sisi rumah sakit ingin memberikan pelayanan terbaik. Namun, rumah sakit pun tidak mau rugi jika melakukan pelayanan yang tidak akan diklaim oleh BPJS. Miris muncul berita RSUD dr Slamet di Garut terancam bangkrut, disebabkan BPJS menunggak klaim sampai Rp 50 miliar.

Buruknya pelayanan dan jaminan kesehatan di negeri ini bukan hanya masalah kebijakan dan teknis pelayanan, melainkan dari masalah sudut pandang mendasar mengenai pelayanan kesehatan dari negara kepada rakyat.

Seyogianya, perlu diperbaiki dimulai dari mengubah sudut pandang. Dari sudut pandang ”untung rugi” menjadi ”wajibnya” negara memberi pelayanan kesehatan. Ketika sudut pandang diubah, negara akan fokus pada penyediaan sumber dana dan daya untuk mewujudkannya. Bukankah negeri ini adalah negeri yang kaya raya? Kaya sumber daya alam. Namun sayang, kini tak dikuasai negara, malah asing dan aseng sehingga tak bisa digunakan untuk sepenuhnya membiayai kebutuhan rakyat.

Seandainya SDA yang merupakan milik umum tersebut dikelola oleh negara, kemudian digunakan untuk membiayai kebutuhan rakyat, jaminan kesehatan benar-benar akan dirasakan oleh rakyat. Jaminan yang sepenuh hati, bukan setengah hati.

Terima kasih kepada ”PR” yang berkenan memuat surat ini.

 

Idea Suciati

Puri Indah B5 No 5 Cikeruh

Kecamatan Jatinangor

Kabupaten Sumedang

Bagikan: