Pikiran Rakyat
USD Jual 14.619,00 Beli 14.521,00 | Berawan, 21.8 ° C

Kembalikan Wibawa Hukum

TERUNGKAPNYA (lagi) praktik jual beli fasilitas di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Sukamiskin oleh KPK, semakin mencoreng wibawa hukum beserta aparatnya. Lapas yang seharusnya menjadi tempat membuat narapidana jera ternyata bisa dipesan bak hotel mewah. Khususnya, bagi para narapidana korupsi.

Alih-alih membuat jera, para narapidana di sana malah membuat tindak kejahatan yang baru, melibatkan aparat lapas pula. Kasus ini sepatutnya diselesaikan dari akar-akarnya, bukan hanya reaktif dan insidental saja. Rakyat ingin melihat penegakan hukum yang adil. Bukan hukum yang transaksional.

Kiranya perlu kita bercermin pada kehidupan di zaman Rasulullah saw dan khulafaur Rasyidin. Ketika itu, wibawa hukum sangatlah tinggi. Hukum mampu berfungsi sebagai pencegah sekaligus penebus. Pencegah artinya penegakan hukum yang tegas mampu mencegah orang untuk melakukan kejahatan. Penjara misalnya, didesain untuk memberi rasa takut dan cemas. Tidak boleh ada alat komunikasi, apalagi fasilitas mewah. Membuat orang benar-benar tidak pernah ingin merasakan hidup di penjara.

Penebus artinya sanksi yang diberikan dijadikan Allah Swt sebagai kafarat (penebus) untuk menggugurkan dosanya di akhirat. Maka tak aneh, zaman itu datang seseorang yang mengaku telah berzina, meminta Rasul untuk merajamnya. Orang yang berbuat kejahatan dengan sendirinya menyerahkan diri, karena ingin dosanya ditebus di dunia daripada di akhirat.

Seperti itulah gambaran wibawa hukum jika benar-benar ditegakkan. Insya Allah bisa jika hukum yang ada memang adil, aparat serta punggawa hukumnya pun amanah. Semoga, segera terwujud di negeri ini.

Terima kasih kepada ”PR” yang berkenan memuat tulisan ini.

 

Idea Suciati

Puri Indah B7 No 5

Kecamatan Jatinangor

Kabupaten Sumedang

Bagikan: