Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 20.9 ° C

Utamakan Pendidikan Karakter di Sekolah

SENIN, 16 Juli 2018 lalu, awal mulai masuk sekolah... Toko buku ATK, toko seragam sekolah, toko tas, toko sepatu, sampai tukang cukur pun banyak dikunjungi orangtua. Hal itu tentunya untuk memenuhi kebutuhan putra putrinya yang melanjutkan pendidikan. Walaupun dikabarkan dolar terus melambung tinggi, sembako di pasaran kian meroket harganya, tetapi tidak membuat patah semangat orangtua untuk tetap menyekolahkan putra putrinya ke jenjang yang lebih tinggi. Apalagi anggaran untuk pendidikan biasanya sudah mereka siapkan sejak dini.

Kembali ke permasalahan ajaran baru, semestinya pengelola pendidikan yaitu pemimpin pendidikan dan manajemen pendidikan memberikan suasana terbaru kepada peserta didiknya. Jadi ketika peserta didik masuk ke gerbang sekolah, hal itu bisa membuat mereka tersenyum, senang, dan nyaman untuk tolabul ilmi. Apalagi disambut silaturahim dengan penuh kehangatan oleh seluruh keluarga besar manajemen pendidikan terhadap peserta didik, baik yang baru maupun yang lama.

Kemudian masa pengenalan lingkungan pendidikan, terutama kepada siswa baru, seyogianya lebih mengutamakan pendidikan karakter atau pembinaan akhlak yang mulia selain materi penunjang lainnya yang tidak menjenuhkan. Tidak lagi menerapkan pendidikan pengenalan yang menakutkan dari senior kepada yuniornya. Ini bukan zamannya lagi sehingga tidak membuat dendam setelah selesai masa pengenalan tersebut. Barangkali itulah yang perlu dievaluasi.

Susana kekeluargaan harus jadi perioritas utama, terutama kepada peserta didik baru sehingga membuat mereka betah, karena manajemen pendidikan dan panitia bisa memberikan pelayanan terbaiknya. Apalagi sesuai dengan permendikbud, di tahun pelajaran 2018 ini, seorang pimpinan pendidikan dituntut untuk mampu menjadi manajer yang profesional yang bisa melayani selama 12 jam penuh. Oleh karena itu, mereka tidak lagi diberi beban untuk mengajar di kelas dengan tujuan supaya bisa konsentrasi penuh di dalam me-manage lembaga pendidikan. Selain wajib mengembangkan ke wirausaan, tentu bekerja sama dengan semua pendidik dan tenaga kependidikan serta komite sekolah selaku mitra kerja yang mewakili orangtua.

Seorang pimpinan pendidikan yang sukses yaitu yang dapat mengantarkan sukses dan berhasil bagi bawahan dan stafnya serta dapat bekerja sama dengan semua pihak, selain dapat mengantarkan peserta didik yang cerdas, saleh dan saleha, beriman dan bertakwa, sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.

Semoga semua harapan ini dapat terwujud dan dapat ditindaklanjuti oleh oleh pimpinan pengelola pendidikan dan intansi terkait.

Terima kasih kepada Pikiran Rakyat atas dimuatnya saran ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

 

Suryagandi

Jalan Fajar Timur V

Blok A8/20 RT 2 RW 9 Cibeber

Cimahi Selatan, Kota Cimahi 40531

Bagikan: