Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Cerah berawan, 25.6 ° C

Menyoal Jumlah dan Distribusi Sekolah

INOVASI pendidikan mutlak diperlukan dalam menyikapi perubahan zyang sangat cepat seperti sekarang ini. Permasalahan baru dan tantangan yang lebih kompleks, memaksa kita untuk selalu siap beradaptasi dengan solusi baru yang mau tidak mau harus kita lakukan. Salah satunya adalah penerapan sistem zonasi dalam kegiatan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Sistem zonasi dinilai penting sebagai solusi bagi permasalahan klasik yang biasa terjadi di dunia pendidikan. Seperti pemerataan kualitas sekolah, memperpendek jarak tempuh siswa pergi dan pulang sekolah, mengurangi kemacetan, meminimalisir ongkos transportasi, dan mewujudkan sistem PPDB yang berkeadilan tanpa memandang siswa dari kemampuan akademiknya saja.

Dari sisi normatif tidak ada yang salah dengan tujuan mulia penerapan sistem zonasi di PPDB tahun ini. Akan tetapi, saat pelaksanaannya akan terungkap permasalahan-permasalahan yang muncul sebagai akibat dari pelaksanaan PPDB sistem zonasi.

Contoh permasalahan, ibu saya bercerita kepada saya, saat sedang di pasar, banyak orang membicarakan hasil PPDB yang baru saja diumumkan. Ada yang mengeluh karena anaknya tidak diterima di sekolah negeri yang berjarak enam ratus meter dari rumah. Ada juga yang berkata puas dengan sistem zonasi karena dirinya tidak perlu pusing-pusing memikirkan hasil belajar anaknya untuk meneruskan belajar sekolah negeri. Buktinya, anaknya lolos PPDB sistem zonasi meskipun hasil ujian nasionalnya tergolong biasa saja.

Dari kedua permasalahan tersebut memunculkan pertanyaan, sudah meratakah distribusi sekolah dengan distribusi penduduk? Misal di kawasan padat penduduk seperti di Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, berapakah jumlah SMPN dan SMAN di wilayah tersebut? Dikutip dari referensi.data.kemdikbud.go.id, di Kecamatan Batununggal terdapat tiga buah SMPN dan tidak ada SMAN. Sementara jumlah penduduk di Kecamatan Batununggal pada tahun 2016 terhitung 114.326 jiwa (ppid.bandung.go.id). Andaikan satu persen dari jumlah penduduk tersebut merupakan peserta PPDB SMPN maka akan ada sekitar 1.144 calon peserta didik. Ini adalah angka khayalan saya saja, sebagai gambaran sederhana untuk direnungkan. Tentu daya tampung ketiga SMPN tersebut belum bisa menampung jumlah calon peserta didik di Kecamatan Batununggal kalau jumlahnya ternyata lebih dari satu persen. Dan permasalahan distribusi sekolah negeri ini akan semakin rumit ketika kita membicarakan calon peserta didik yang hendak meneruskan ke SMAN. Karena di Kecamatan Batununggal tidak ada bangunan Sekolah Menengah Atas Negeri.

Dari penjelasan di atas dapat kita tarik kesimpulan bahwa sistem zonasi terkesan dipaksakan. Karena jumlah sekolah negeri belum sebanding dengan jumlah calon peserta didik. Begitu pun distribusi sekolah negeri masih dinilai belum merata penyebarannya. Menerapkan sistem zonasi haruslah disertai dengan penambahan jumlah sekolah negeri beserta pemerataan distribusi sekolahnya. Jangan sampai menerapkan sistem zonasi hanya pada proses PPDB tanpa disertai upaya untuk menambah sekolah dan menyempurnakan pendistribusiaannya.

 

Septiardi Prasetyo

Kompleks Pasanggrahan Indah

Blok 5 Nomor 2 Kelurahan Pasanggrahan

Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung

Bagikan: