Pikiran Rakyat
USD Jual 14.099,00 Beli 14.197,00 | Cerah berawan, 20.7 ° C

Laras dan Andri Mengandalkan Badut Nok Memei

Munady
SUAMI istri, Andri dan Laras menjalni profesi sebagai pengamen. Mereka mengandalkan badut Nok Memei untuk menarik masyarakat.*
SUAMI istri, Andri dan Laras menjalni profesi sebagai pengamen. Mereka mengandalkan badut Nok Memei untuk menarik masyarakat.*
JAKARTA, (PRLM).- Dari sama-sama pengamen jalanan, Laras (19) asal Jatinegara Jakarta Timur dan Andri (20) asal Cilacap Jawa Tengah akhirnya sepakat membangun rumah tangga. Setelah menjadi suami istri, mereka tetap menjalankan profesi sebagai pengamen. Ciri khas mereka saat mengais rezeki di jalan, yakni mengandalkan badut Nok Memei.

Sebagai pengamen jalanan, pendapatan Laras dan Andri memang tidak menentu. Kalau saweran lagi banyak, mereka sehari bisa mendapatkan uang Rp 100.000,00. Pendapatan itu belum bersih, karena mereka harus membayar sewa badut Nok Memei sebesar Rp 40.000,00 dan sewa motor Rp 20.000,00. Sisa Rp 40.000,00 untuk makan sehari-hari.

"Saya sudah setahun sebagai pengamen. Sudah banyak suka duka yang dirasakan. Pernah ketangkap saat ngamen di Otista 3 Jakarta Timur. Waktu razia di lain waktu, ketangkap juga di daerah Kalimalang. Untungnya , saya cuma diminta menandatangani surat perjanjian, tanpa diminta uang," tutur Laras yang menjadi badut Nok Memei saat ditemui di studio Dahsyat RCTI, Jakarta Barat, Jumat (8/5/2015).

Laras mengaku, mengamen sejak dia putus sekolah di bangku SD. Setelah lama mengamen di jalan, dirinya bertemu dengan Andri yang sesama pengamen. Mereka berdua sepakat menikah dan melanjutkan profesi sebagai pengamen.

"Saya sebenarnya ingin istri tidak ikut kerja. Cuma sampai sekarang, saya belum punya pekerjaan tetap selain mengamen. Akhirnya kita ngmamen berdua," ucap Andri.(Munady/A-147)***
Bagikan: