Pikiran Rakyat
USD Jual 13.984,00 Beli 14.082,00 | Umumnya cerah, 21.1 ° C

Misi Sosial Eka Ramdani, Cetak Anak-anak Jadi Pesebakbola Andal

Windy Eka Pramudya
MANTAN pemain Persib Bandung, Eka  Ramdani.*/ WINDY EKA PRAMUDYA/PR
MANTAN pemain Persib Bandung, Eka Ramdani.*/ WINDY EKA PRAMUDYA/PR

SETELAH memutuskan gantung sepatu di akhir 2018 lalu, Eka Ramdani fokus dengan yayasan kemanusiaan yang dia dirikan. Yayasan bernama ER8 Foundation itu dia bentuk sekitar satu tahun lalu. Nama ER8 Foundation merupakan singkatan dari inisial namanya, yaitu Eka Ramdani, serta angka 8 yang merupakan nomor punggung Eka saat aktif di sejumlah klub sepak bola, termasuk Persib.

"Yayasan ini berawal dari moto hidup saya, yaitu sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain. Dari situ, saya juga terinspirasi dari Park Ji-sung yang mendirikan yayasan kemanusiaan," tutur Eka yang akrab disapa Ebol.

Eka mengaku, ER8 Foundation dia bentuk tanpa melibatkan rekan-rekan seprofesi dari lapangan sepak bola. Namun, Eka tidak bisa melepaskan diri dari sepak bola karena ER 8 Foundation memberi beasiswa pendidikan kepada anak-anak yang memiliki bakat sebagai pesepak bola.

Menurut Eka, beasiswa ini lebih ke pengembangan bakat anak-anak yang tidak mampu tapi punya kemampuan dan kemauan untuk jadi pemain bola. Melalui beasiswa ini, Eka tidak hanya ingin menyuapi, tapi juga turut membina agar terus terjadi regenerasi di sepak bola Indonesia.

"Sekarang kan saya melatih sepak bola anak-anak usia 10 tahun di sekolah sepak bola UNI Bandung. Di situ saya melihat, jangan sampai ada anak-anak yang punya bakat tapi terhambat karena masalah biaya," ucap Eka yang pernah memperkuat antara lain Persib, Persisam Putra Samarinda, Semen Padang, dan Sriwijaya FC.

Selain memberikan beasiswa pengembangan bakat, ER8 Foundation juga sedang menyiapkan program mobil dakwah. Eka menjelaskan, mobil dakwah merupakan sarana penyediaan transportasi untuk ustaz. Mobil dakwah ini, kata Eka, akan mengantarkan ustaz dari satu tempat kajian ke tempat kajian yang lain.

"Panitia yang mengadakan kajian suka ada keterbatasan, salah satunya transportasi. Lewat mobil dakwah ini kami ingin memudahkan mobilitas ustaz. Sampai saat ini kami masih mencari donasi, mudah-mudahan tiga bulan ke depan bisa tercapai," ucap pria kelahiran Purwakarta, 18 Juni 1984 ini.

Kini, selain fokus melatih di SSB UNI dan mengelola ER8 Foundation, Eka juga menyiapkan diri untuk mengambil lisensi sebagai pelatih sepak bola profesional. Selain itu, dia juga kerap diundang di berbagai talk show untuk berbagi pengalaman.

"Insha Allah saya akan terus mencari ilmu," ujar Eka.***

Bagikan: