Pikiran Rakyat
USD Jual 14.425,00 Beli 14.125,00 | Sedikit awan, 24.7 ° C

"Pekan Syawalan" untuk Kembalikan Hiburan Rakyat

Tok Suwarto
SOLO, (PRLM).- Tradisi tahunan "Pekan Syawalan" dengan puncak acara "Kirab Joko Tingkir" di Taman Jurug, Solo, seusai lebaran tahun 2015 ini, akan digunakan sebagai momentum untuk mengembalikan marwah hiburan rakyat di taman tepian Bengawan Solo tersebut. Hal itu sejalan dengan program manajemen baru Taman Jurug, yang dilantik Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, 90 hari lalu.

"Manajemen baru Taman Jurug akan merombak total wajah Taman Satwa Taru ini. Salah satu konsep dalam grand design yang tengah dimatangkan, yakni menjadikan kawasan kebun binatang menjadi semacam Plasa Jurug. Konsep ini akan menjadikan kebun binatang mudah terjangkau pengunjung hanya dengan berjalan kaki dan lebih nyaman. Sehingga kebun binatang menjadi tempat hiburan rakyat seperti dulu," ujar Direktur Utama (Dirut) Taman Jurug yang resminya disebut "Taman Satwa Taru Jurug" (TSTJ), Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso, kepada wartawan.

Dalam menyusun konsep baru tanab hiburan rakyat yang memadukan antara taman rekreasi dengan kebun binatang tersebut, menurut Bimo, pihaknya meminta masukan dari kalangan perguruan tinggi, seperti ITB, IPB, UGM dan sebagainya. Dia menyebut contoh, tanaman keras yang tumbuh puluhan tahun sejak Taman Jurug secara mendadak digunakan untuk memindahkan Kebun Binatang Sriwedari belum pernah dinventarisasi dan diremajakan.

"Kami mendapat masukan dari para pakar IPB, seluruh pohon harus diinverasisasi dan diteliti yang perlu diremajakan dengan pepohonan yang lebih bervariasi. Beberapa pohon sudah diteliti dan disarankan tidak ditebang," jelasnya.

Dirut Perusda TSTJ itu menyebutkan, untuk mewujudkan konsep tersebut pihaknya membutuhkan biaya tidak kurang Rp 60 miliar. Dana itu, selain untuk tidak perbaikan kandang satwa dan taman rekreasi, yang diperkirakan akan memakan biaya besar adalah untuk membangun dua ruas jembatan penghubung taman dengan kebun binatang, masing-masing sepanjang 10 meter dan 25 meter.

Sebagai bagian dari upaya mengembalikan marwah Taman Jurug sebagai tempat hiburan rakyat, sambung Bimo, pihaknya juga akan melakukan penataan lebih dari 170 pedagang kaki lima (PKL). Dia menyebutkan, di antara pedagang sebanyak itu hanya separuh yang setiap hari mengais rezeki di Taman Jurug.

"Kami tidak akan menggusur PKL karena mereka merupakan bagian dari taman hiburan rakyat. Tapi kami akan menata supaya rapi dan menempatkannya di kios-kios yang layak. Jadi mereka tetap mendapat nafkah sekaligus mendukung tampilan Taman Jurug yang baru," tandasnya (Tok Suwarto/A-147)***
Bagikan: