Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya berawan, 20.5 ° C

Hengkang dari PKS, Haris Yuliana Gabung ke Partai Gelora

Novianti Nurulliah
MANTAN Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Haris Yuliana yang kini memilih hengkang dari PKS, dan bergabung dengan Partai Gelora.*/ISTIMEWA
MANTAN Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Haris Yuliana yang kini memilih hengkang dari PKS, dan bergabung dengan Partai Gelora.*/ISTIMEWA

BANDUNG, (PR).- Selain pamit dari parlemen, Mantan Wakil Ketua DPRD Jabar Haris Yuliana ternyata juga pamit dari partai yang membesarkannya, yaitu Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Per tanggal 2 September 2019 lalu, Haris ternyata sudah mengundurkan diri dari partai berlambang padi dan bulan sabit itu. 

Diakui dia, selain kembali pada bisnis dan kegiatan lainnya, saat ini dia tengah merintis pendirian Partai Gelombang Rakyat (Gelora), partai yang digaungkan Anis Matta dan Fachri Hamzah. Haris saat ini tengah memproses pendirian partai tersebut di Jawa Barat. 

"Saat ini masih dalam proses administrasi. Mudah-mudahan sebelum akhir 2019 sudah bisa berdiri, tidak ada kendala administrasi. Saat ini belum ingar-bingar karena sedang proses administrasi," ujar Haris pada wartawan di bilangan Jalan Merak Bandung, Senin, 9 September 2019.

Diakui dia, saat ini posisi persiapan Deklarasi Partai Gelora masih menghimpun kesiapan di tingkat kota/kabupaten di Jawa Barat, yang seluruhnya sudah ada perwakilannya. Sementara untuk tingkat kecamatan, baru sekitar 70 persen yang sudah memiliki perwakilan. Selain itu, Deklarasi menunggu arahan pusat. 

"Target kami pemilu 2024 kami sudah jadi peserta, jadi tahun 2022 harus sudah terdaftar di KPU. Tapi kami juga pada pilkada 2020 akan mendukung kandidat, meski bukan sebagai partai tapi sebagai organisasi," katanya.  

Bukan Garbi

Diakui dia, partai baru tersebut tidak dipungkiri terdiri dari mantan-mantan politisi PKS. Akan tetapi, di sisi lain, partai tersebut juga bukan merupakan perpanjangan organisasi kemasyarakatan (ormas) Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi). Partai Gelora lahir dari kegelisahan, mencari akar masalah dan solusi. 

"Kami di Jabar di antaranya terdiri dari senior-senior mantan ketua DPD sebelumnya. Kami lahir dari seluruh Indonesia, bahkan kencang di Timur Indonesia," tuturnya. 

Ditegaskan Haris, Partai Gelora merupakan entitas baru. Awalnya, kegelisahan di beberapa daerah karena ada peran kemandegan Indonesia sebagai negara besar. Bahkan sering dininabobokan sebagai negara besar, tapi ternyata negara berkembang. 

"Kemudian ketika berjalan pemerintah Jokowi, situasi tidak makin membaik secara keseluruhan, padahal kita punya potensi seperti ekonomi, militer, tapi tidak mendongkrak Indonesia terutama menyelesaikan persoalan dalam negeri terlebih jadi solusi untuk negara lain khsusunya negara muslim. 
Akhirnya kita ambil tagline arah baru Indonesia," tuturnya. 

Terkait dengan posisi Partai Gelora, dia mengklaim pihaknya ada di tengah atau nasionalis, bukan di kanan atau di kiri. "Ini entitas baru, bukan pecahan PKS, kalau pecahan PKS ya artinya kami tetap di kanan," katanya.***

Bagikan: