Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Cerah berawan, 29.9 ° C

Ketua PKB dan PAN Kabupaten Bandung Siap Maju di Pilbup 2020, Golkar Tunggu Konvensi

Hendro Susilo Husodo
ILUSTRASI.*/DOK. PR
ILUSTRASI.*/DOK. PR

SOREANG, (PR).- Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung Dadang M. Naser menyatakan bahwa pihaknya belum memutuskan nama-nama yang akan diusulkan untuk maju di Pilkada Kabupaten Bandung 2020. Golkar akan terlebih dulu melakukan konvensi untul menentukan nama yang akan diusung sebagai calon bupati atau calon wakil bupati.

"Belum. Untuk pilkada, Golkar menggunakan mekanisme sebagaimana hasil Munas (Musyawarah Nasional) Golkar. Jadi, untuk menentukan calon bupati-calon wakil bupati, harus berdasarkan konvensi," kata Dadang, yang juga Bupati Bandung, seusai acara pelantikan DPRD Kabupaten Bandung periode 2019-2024 di Soreang, Selasa, 27 Agustus 2019. 

Dalam konvensi tersebut, menurut dia, Golkar bakal membuka pendaftaran bakal calon dan melakukan survei mengenai tingkat popularitas dan elektabilitas bakal calon. Ditanya kapan konvensi itu akan dilakukan, dia tidak menyebutkan waktunya secara spesifik.

"Nanti. Pada akhir Agustus saya baru mau lapor. Jadi, akhir Agustus ini saya berencana menemui pimpinan Golkar di kepengurusan pusat maupun provinsi," ujarnya.

Kader PKB

Sementara itu, Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung Cucun Ahmad Syamsurijal menyatakan, PKB akan mendorong kadernya untuk maju di Pilkada Kabupaten Bandung 2020, untuk posisi calon bupati atau calon wakil bupati. 

"Insya Allah PKB akan ikut bertarung. Jadi, kami bukan hanya mendukung, tapi kami akan mengusung. Kami akan mendorong siapapun kader PKB. Ada banyak lah kader terbaik dari PKB ini," katanya.

Dengan perolehan tujuh kursi di DPRD, Cucun menyatakan bahwa PKB masih melihat perkembangan untuk menentukan arah koalisi di Pilkada Kabupaten Bandung 2020. Meski begitu, dia menilai koalisi partai politik memiliki polarisasi di tingkat nasional dan daerah. 

"Kami lihat bagaimana perkembangannya, karena ini masih cair. Koalisi nasional itu kadang di daerah juga bersatu. Koalisi daerah juga yang kemaren berjalan, ini belum tentu bersatu juga di nasional. Jadi, kami akan melihat, karena ternyata ada peluang-peluang yang harus kami bicarakan dengan sesama parpol di Kabupaten Bandung," katanya.

Ditanya soal kemungkinan dirinya maju sebagai calon bupati, Cucun tampak malu-malu dalam menjawabnya. Kalau memang ada desakan dari partai, dia menyatakan akan melihat perkembangan survei popularitas dan elektabilitas dirinya dulu. 

"Kalau itu betul-betul desakan, saya lihat nanti perkembangan survei saya juga. Kalau memang umat menginginkan itu, ya kami jalan saja. Yang jelas, PKB bisa menaruh kadernya untuk calon bupati, bisa juga untuk calon wakil bupati. Kami akan berhitung secara matang," tuturnya.

Keputusan DPP PAN

Ketua DPD PAN Kabupaten Bandung Irman Wargadinata menyatakan, pihaknya masih menunggu keputusan dari DPP PAN maupun DPW PAN Jawa Barat terkait dengan Pilkada Kabupaten Bandung 2020. Meski begitu, menurut dia, internal partai menginginkan kadernya untuk maju.

"DPP dan DPW berharap, untuk konteks pilkada akan diprioritaskan pada kader sendiri. Untuk penjaringan, kami pun akan melakukannya. Namun, untuk pilkada ini kan tahapan (pendaftaran calon) masih nanti," katanya.

Irman menilai, ada dua atau tiga kader PAN yang potensial untuk diusung pada Pilkada Kabupaten Bandung 2020. Tidak menutup kemungkinan, kata dia, ada pengurus DPW PAN Jabar yang masuk ke dalam bursa bakal calon. 

"Itu bagaimana kebijakan partai. Kalau saya secara pribadi, tidak bisa mengungkapkannya. Namun, kalau saya diminta maju, ya Insya Allah," ucapnya.***

Bagikan: