Pikiran Rakyat
USD Jual 13.961,00 Beli 14.059,00 | Cerah berkabut, 28.4 ° C

Iriawan Sebut TGPF Novel Hanya Mengkalirifikasi, Bukan Memeriksa

Muhammad Ashari
MOCHAMAD Iriawan .*/TAUFIK ROCHMAN/KABAR PRIANGAN
MOCHAMAD Iriawan .*/TAUFIK ROCHMAN/KABAR PRIANGAN

JAKARTA, (PR). - Mantan Kapolda Jabar Mochamad Iriawan mengklarifikasi pemberitaan di sejumlah media yang menyebut dirinya diperiksa atas kasus Novel Baswedan. Menurut dia, Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF)  kasus Novel Baswedan hanya bertanya kepadanya, tapi bukan memeriksa.

"Bukan diperiksa tetapi klarifikasi atau ngobrol. Kalau diperiksa itukan di-BAP , tetapi pertemuan saya dengan TGPF tidak ada pemeriksaan," ujar pria yang kini menjabat sebagai Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) itu melalui keterangan tertulisnya, Minggu, 14 Juli 2019.

Menurut Iriawan, perbincangan antara dirinya dengan TGPF terjadi di kantornya sekitar dua bulan lalu. Dalam perbincangan itu, Iriawan mengaku ditanyai perlihal pertemuannya dengan Novel Baswedan di Polda Metro Jaya, saat dirinya masih menjabat sebagai Kapolda. Namun pertemuan dia dengan Novel kala itu dalam rangka masalah sinergi POLRI dan KPK dalam penanganan korupsi.

“Kala itu, Novel datang bersama Brigadir Arif, itu sahabatnya dia. Dia anak buah saya di Brimob Polda Metro Jaya. Kemudian saya sempat ditanya kapan lagi pernah ketemu, saya jawab pernah ke rumahnya Novel, diajak Arif juga menjenguk kelahiran anak Novel, nama anaknya Umar. Saya silaturahmi," ucap Iriawan.

Dia mengaku dirinya memang sempat mengingatkan Novel terkait adanya ancaman kepada penyelidik KPK. Namun Iriawan merasa nasihat dia kepada Novel hanya dalam hal konteks wajar.

"TGPF mempunyai asumsi bahwa saya ke rumah Novel itu memberi tahu bahwa nanti akan ada yang menganiayai, makanya diingatkan harus hati- hati.  Mereka juga berasumsi bahwa saya tahu pelaku dari pada  penyiraman ke Novel. Ini kan aneh," ucap dia.

Daripada berasumsi kepada dirinya, Iriawan pun menyarankan, agar TGPF  dapat mencari pelaku penyiraman Novel Baswedan dengan serius. "TGFP harusnya menjelaskan apa yang sudah dilakukan mulai dari TKP, temuan-temuan lain yang memberikan petunjuk kepada peristiwa itu, kendala- kendalanya sehingga TPGF belum bisa mengungkap atau menemukan fakta. Jelaskan dong ke publik," ucap dia.

Sebelumnya, mengutip dari sejumlah media, penyebutan nama Iriawan dalam kasus Novel Baswedan muncul dari salah satu anggota Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF), Hendardi. Menurut Hendardi, Iriawan diperiksa dan ditanya terkait adakah keterlibatan jenderal polisi yang terlibat dalam penyiraman air keras terhadap Novel.

"Pak Iriawan kami periksa dan kami menggali tentang jenderal-jenderal lain yang disebut-sebut. Adakah kemungkinan keterlibatan jenderal-jenderal bintang lain, itu siapa, kalau ada petunjuk kasih ke kami (TGPF)," ujar Hendardi.

Kedatangan TGPF menemui Iriawan memang dalam rangka mengklarifikasi dan bukan dengan status terduga. TGPF hanya mencari petunjuk mengingat Iriawan beberapa kali bertemu Novel.

Masa kerja TGPF dalam mengungkap penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan telah berakhir. Tim yang memiliki tenggat waktu selama enam bulan itu berakhir pada 7 Juli 2019. Pada Selasa 9 Juli 2019, tim tersebut telah menyerahkan laporan hasil investigasi kepada Kapolri selaku pemberi mandat. ***

 

 

Bagikan: