Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Sedikit awan, 19.5 ° C

Alasan Reshuffle Harus Jelas

Arie C. Meliala
Ketua Departemen Ekonomi Center for Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri ditemui usai diskusi "Cukupkah Hanya Reshuffle?"‎ di Jakarta, Sabtu, 2 April 2016.*
Ketua Departemen Ekonomi Center for Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri ditemui usai diskusi "Cukupkah Hanya Reshuffle?"‎ di Jakarta, Sabtu, 2 April 2016.*

JAKARTA, (PR).- Presiden Joko Widodo memang memiliki hak prerogatif dalam melakukan pergantian menteri-menteri dalam kabinet kerja pemerintahannya itu. Namun, haruslah ada alasan yang jelas, mengapa menteri-menteri itu diganti.

Bagaimana evaluasi kinerjanya, sehingga dia akhirnya diganti? Artinya bukan hanya melakukan rekrutmen tetapi evaluasinya juga harus jelas.

Ketua Departemen Ekonomi Center for Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri mengatakan, evaluasi menteri ini harusnya jauh lebih mudah dibanding melakukan rekrutmen. Soalnya ada dokumen yang menjadi catatan kinerjanya selma menjadi menteri. "Ini harusnya lebih mudah karena kita punya semua dokumen yang memberikan target atau pun juga action plan (rencana kerja) yang ada," katanya dalam diskusi "Cukupkah Hanya Reshuffle?"‎ di Jakarta, Sabtu, 2 April 2016.

Rencana kerja itu, kata Yose seperti rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) atau rencana kerja pemerintah (RKP) tahunan. Semuanya bisa dicek apakah sudah sesuai dengan yang direncanakan atau ditargetkan, atau belum. Pihak yang tepat melakukan evaluasi selain presiden menurutnya, Kantor Staf Kepresidenan. Dulu, kata Yose, Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) melakukan hal itu pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

"Apakah targetnya atau pun mungkin targetnya susah dicapai, kita lihat dari action plan-nya sudah dijalankan atau tidak. Kalau rencana kerjanya ke kanan lalu kejadiannya arahnya ke kiri atau ke belakang,ini merupakan suatu evaluasi. Yang menjadi masalah adalah mungkin evaluasi sudah dijalankan ya tetapi tidak sitematis," kata Yose.

Bagaimana pun penilaian evaluasi yang dijalankan, Yose berharap evaluasi itu dilakukan dengan jelas dan terukur untuk menentukan indikator kinerja dari pemerintahan dan menteri-menteri yang ada. Artinya, kata Yose, jangan sampai ada pergantian orang-orang dalam kabinet tetapi tidak jelas alasannya. "Akhirnya nanti tidak ketahuan juga kesalahannya di mana," katanya.***

Bagikan: