Pikiran Rakyat
USD Jual 14.024,00 Beli 14.122,00 | Umumnya berawan, 26.1 ° C

Senior dan Kyai PPP Akan Pertemukan Kubu Romy dan Djan

Amaliya
JAKARTA, (PRLM).- Konflik internal di tubuh Partai Persatuan Pembangunan justru semakin panjang dengan keluarnya putusan Majelis‎ Kasasi Mahkamah Agung (MA) Nomor ‎601 K/Pdt.Sus-Parpol/2015 tanggal 2 November 2015.

Atas hal tersebut, para senior dan kyai PPP akan memfasilitasi upaya islah antara kubu Romahurmuziy (Muktamar Surabaya) dan kubu Djan Faridz (Muktamar Jakarta).

"Arahnya, senior akan mengundang keduanya untuk tatap muka," ujar Wakil Sekretaris Jenderal DPP PPP, Arsul Sani, di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (16/11/2015).

Saat ini, ‎Arsul tengah diminta membuat kajian hukum dan anggaran dasar untuk keperluan islah tersebut. Arsul yang merupakan kubu Muktamar Surabaya pun, sudah enggan memberikan tanggapannya agar tidak memperkeruh keadaan.

"Parpol ini terlepas dari kepentingan si A, si B, harus diselamatkan. Harus ada pihak penengah yang jaraknya relatif sama dengan kedua kelompok," ujar dia. Beberapa nama yang dia sebut bisa menjadi penengah di antaranya Bachtiar Hamzah, Zarkasyih Noor, Ahmad Muqowam, dan Kyai Maimoen Zubair.

‎Terkait keberpihakan putra dari Maimoen Zubair yang membela kubu Djan Faridz, Arsul menegaskan Maimoen Zubair tetaplah netral dan merupakan figur yang arif.

Islah dengan pertemuan tatap muka itu, lanjut dia, belum diketahui pasti waktunya. Hanya saja, saat persiapan pemilihan umum 2019, PPP dipastikan sudah menyelesaikan konfliknya sehingga solid. "Persiapan pemilu 2019 itu dimulainya 2017. Insyaallah sudah tidak ribut lagi," kata dia.

Sementara untuk pilkada serentak 9 Desember 2015, Arsul optimistis kedua kubu akan tetap saling mendukung meskipun keduanya punya calon kepala daerah masing-masing.

"Karena kalau pilkada ini kan calonnya ada juga yang diusung dari parpol lain jadi harus tetap sama-sama mendukung," ujar dia. (Amaliya/A-147)***
Bagikan: