Pikiran Rakyat
USD Jual 14.118,00 Beli 14.216,00 | Sebagian cerah, 30 ° C

Hindari Gesekan, Arsul Sani tak Mau Tanggapi Konflik PPP

Amaliya
JAKARTA, (PRLM).- Wakil Sekretaris Jenderal DPP PPP Muktamar Surabaya, Arsul Sani, enggan menanggapi konflik internal yang kembali meruncing di‎ partainya pasca keluarnya putusan Majelis Kasasi Mahkamah Agung (MA) Nomor ‎601 K/Pdt.Sus-Parpol/2015 tanggal 2 November 2015.

Saat ditemui di Gedung DPR RI, Senin (16/11/2015), Arsul mengatakan hal itu untuk menghindari gesekan di daerah. "Selama ini ketika saya berkomentar di media (massa), kader di daerah langsung tidak kondusif, sampai rebutan kantor," ujar Arsul yang juga Anggota Komisi III bidang hukum di DPR tersebut.

Hanya saja, Arsul mempersilakan 33 Dewan Pimpinan Wilayah yang menyatakan melawan MA meski hal itu menambah panjang kisruh yang sudah berlangsung sekitar satu tahun itu.

"Tapi semua pihak harus punya kesadaran bahwa yang terbaik adalah mempersempit perbedaan," kata dia.

Sebanyak 33 dari 34 Dewan Pimpinan Wilayah PPP hasil Muktamar Surabaya, menyatakan penolakan menyeluruh dan perlawanan hukumnya atas putusan majelis kasasi Mahkamah Agung.

Juru Bicara yang juga Ketua DPW PPP Banten, Agus Setiawan, mengatakan putusan Majelis Kasasi Mahkamah Agung Nomor ‎601 K/Pdt.Sus-Parpol/2015 tanggal 2 November 2015 jauh dari nilai keadilan.

"Pengesahan majelis kasasi MA didasarkan kepada indikasi kebohongan atau tipu muslihat yang dilakukan penggugat III kasasi," kata Agus.

Penggugat III atau penggugat intervensi, lanjut Agus, adalah ketua DPC yang hanyalah satu dari 507 DPC di seluruh Indonesia.‎ (Amaliya/A-147)***
Bagikan: