Kamis, 28 Mei 2020

Merasa Deja Vu, Begini Kapten Persib Utarakan Kondisi Sepak Bola Tanah Air

- 5 April 2020, 16:10 WIB
PEMAIN Persib Bandung, Supardi Natsir (tengah) bersitegang dengan pemain Persela Lamongan, Rafael Gomes De Oliviera pada pertandingan pembuka Liga 1 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Minggu 1 Maret 2020. Dalam laga tersebut skuad anak asuh Robert Rene Alberts menang dengan skor 3-0.* /ARMIN ABDUL JABBAR/PR

PIKIRAN RAKYAT - Dihentikannya sementara kompetisi Liga 1 dan Liga 2 bagi kapten Persib Bandung, Supardi Nasir serasa Deja Vu.

Tahun 2015, liga harus terhenti usai FIFA membekukan sanksi kepada PSSI akibat adanya campur tangan dari pemerintah melalui Menpora yang membekukan kepegurusan PSSI di bawah pimpinan La Nyalla Mattalitti.

Baca Juga: Dari Hawaii hingga Bandung, Pelatih Persib Selalu Bawa 'Jimat', Sudah 45 Tahun Setia

Namun, situasi yang dihadapi saat ini tentuya sangat jauh berbeda karena alasan PSSI membekukan sementara seluruh kompetisi sepak bola di Indonesia berkaitan dengan pandemi virus Corona (Covid-19) yang semakin meluas penyebarannya dan membahayakan manusia.

Liga 1 2020 sendiri baru berjalan selama tiga pekan sebelum dihentikan sementara, dan Persib juga sedang bergairah karena skuad Maung Bandung menjadi tim yang mampu meraih hattrick kemenangan hingga akhirnya kokoh di puncak klasemen sementara.

Namun, di tengah-tengah performanya yang sedang optimal. Persib pun mau tidak mau harus tunduk pada perintah dari PSSI dan untuk sementara harus menyimpan tenaganya di masa rehat ini.

Sebagai pemain sepak bola profesional, adanya penghentian liga ini tentunya cukup berat. Namun, Supardi juga sangat memaklumi alasan yang ada dibalik semua ini karena juga menyangkut keselamatan para pemain itu sendiri.

“Ini situasi yang hampir sama dengan sebelumnya (penghentian kompetisi di 2015). Berat bagi kita sebagai pemain tentunya, ketika menghadapi situasi seperti ini."

"Tetapi kita harus taat sama pemerintah kita ketika PSSI mengeluarkan keputusan untuk menghentikan sementara kompetisi ini karena itu pasti pertimbangannya untuk kemaslahatan kebaikan untuk orang banyak, kebaikan semua juga karena virus ini,” tutur pemain asal Bangka tersebut saat dihubungi pada Minggu, 5 April 2020.

Halaman:

Editor: Rizki Laelani


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X