Rabu, 3 Juni 2020

Ketua Viking Heru Joko Sarankan Bobotoh Untuk Tidak Berangkat ke Malang

- 6 Maret 2020, 17:47 WIB
BOBOTOH Persib Bandung di Stadion Siliwangi, Kota Bandung tahun 2000-an.* /ANDRI GURNITA/PR

PIKIRAN RAKYAT - Ketua Viking Persib Club (VPC) Heru Joko meminta kepada para Bobotoh untuk tidak berangkat ke Malang untuk menyaksikan langsung laga Arema FC melawan Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan, Minggu 8 Maret 2020 sore. Pasalnya, kata Heru, belum semua suporter Arema FC yakni Aremania setuju dengan kehadiran bobotoh di stadion.

"Kami disambut hangat dan diterima secara terbuka oleh beberapa pentolan Aremania. Namun tentunya kita bersama  menyadari bahwa di tingkatan akar rumput masih menuai pro dan kontra," ucap Heru saat dihubungi wartawan, Jumat 6 Maret 2020.

Heru sendiri telah berangkat ke Malang bersama kedua temannya lebih awal, yakni pada Kamis 5 Maret 2020. Keberangkatan Heru dan kawan-kaqan bertujuan untuk memastikan soal keamanan bobotoh jika datang ke Malang, meskipun pihak kepolisian sudah memberikan izin.

Baca Juga: Bertambah 2 Orang, Kini Total 4 WNI Positif Virus Corona

Hal ini pun semakin diperkuat oleh pernyataan Panitia pelaksana setempat dari Arema FC. Seperti yang dilansir Antara, Panpel laga Singo Edan memberi kuota untuk pendukung Maung Bandung, Bobotoh.

Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris, yang mengungkapkan akan ada kuota untuk pendukung Persib. Menurut dia, jika berpatokan regulasi maka diwajibkan bagi suporter tamu disediakan kuota, dimana jumlahnya 5 persen dari kapasitas stadion.

"Untuk jumlahnya 5 persen dari kapasitas stadion yakni kurang lebih 2200 tiket untuk suporter tim tamu pada laga Arema melawan Persib nanti," ujar Haris.

Baca Juga: Terlibat Sebagai Promotor Bisnis Carding, Gisella Anastasia dan Tyas Mirasih Diperiksa Polisi Setelah Awkarin

Namun demikian, kata Heru, demi kepentingan bersama dan agar niat baik yang telah dijalin ini tidak dinodai oleh beberapa pihak yang masih belum menginginkan bobotoh bisa hadir di Malang, maka Viking mengambil sikap. Yakni pihaknya meminta bobotoh untuk menahan diri dan memutuskan tidak pergi demi kepentingan bersama yang lebih luas.

"Semoga niat baik yang sudah coba dimulai ini bisa terus terjalin sehingga cita-cita semua suporter di indonesia agar bisa menyaksikan tim kebanggaannya bertanding dimanapun bisa benar-benar terwujud," katanya.

Sebelumnya, Panpel Arema FC Abdul Haris akan terus berkoordinasi dengan aparat keamanan guna memastikan berapa jumlah kehadiran suporter tim tamu. Itu untuk mengedepankan aspek keamanan apabila suporter tim tamu datang untuk memberikan dukungan langsung di Kanjuruhan.

Baca Juga: Asian Development Bank (ADB) Paparkan Perkiraan Kerugian Ekonomi Akibat Corona

"Namun demikian dalam perkembangan kami melihat dan laporan dari evaluasi keamanan dari inteljen dan kepolisian seperti apa? Lha itu yang akan disesuaikan. Tapi yang jelas sesuai dengan statement Pak Kapolres sesuai regulasi panpel harus menyediakan kuota bagi suporter tim tamu," beber Haris.

Dia menambahkan, jika faktanya nanti hanya ada 25 atau sampai 50 orang datang ke Kanjuruhan. Maka, akan dikoordinasi dengan aparat keamanan dimana mereka akan ditempatkan.

"Seandainya Viking atau Bobotoh hanya datang sebanyak 50 orang saja. Maka akan ditempatkan di tribun VIP. Jika jumlah melebihi itu, andaikan 500 orang maka kemungkinan akan ditempatkan pada tribun ekonomi," kata Haris.***

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X