Kepastian Pelaksanaan Liga 1 2020 di Tengah Isu Corona, Persib Tunggu Keputusan FIFA dan Pemerintah

- 4 Maret 2020, 17:36 WIB
PELATIH kiper Persib Bandung Luizinho Passos dengan kue ulang tahunnya, di sela latihan, di Stadion GBLA, Bandung, Rabu, 4 Maret 2020.* /ARMIN ABDUL JABBAR/PR

PIKIRAN RAKYAT – Wabah virus Corona yang telah masuk ke Indonesia membuat khwatir semua pihak termasuk Persib yang baru saja mengwali perjalanannya di Liga 1 2020.

Akibat dari semakin meluasnya virus tersebut, banyak agenda olah raga yang akhirnya harus ditunda seperti MotoGP dan beberapa pertandinggan sepak bola internasional termasuk dihentikannya sementara Liga Thailand selama satu pekan.

Menanggapi hal tersebut pelatih Persib Robert Alberts pun angkat bicara.

Baca Juga: Redam Dampak Penyebaran Virus Corona, Pemerintah Keluarkan Paket Stimulus Kedua

Menurut opini pribadinya, dirinya melihat suatu hal yang saat ini menjadi perhatian dunia dan bisa mengancam nyawa manusia, sehingga diperlukan penangan serta tindakan secara cepat.

Berkaitan dengan sepak bola, Robert mengatakan FIFA sudah melakukan diskusi dan menunda pertandingan-pertandingan tim nasional dari berbagai negara di kalender FIFA matchday.

“Saya juga mendengar ada tim yang menunda penerbangan mereka ke negara lain sesuai perintah FIFA meski itu masih harus dikonfirmasi. Ini menjadi perintah dari FIFA atau dari pihak pemerintah setempat seperti Jakarta yang sangat sensitif soal virus dan membuat mereka cepat mengambil langkah. Kami juga harus bersiap untuk apapun. Juventus juga memutuskan untuk menutup tempat latihan dan laga mereka ditunda atau digelar tanpa penonton,” tutur Robert, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Rabu, 4 Maret 2020.

Baca Juga: Geram Identitas Pengidap Virus Corona Tersebar, Aming: Pelajari Lagi Etika Jurnalistik

Dia menambahkan, seperti halnya yang dilakukan di Liga Thailand dimana sebeumnya pertandingan berlangsung tanpa penonton. Persib pun sudah siap untuk menghadapi hal seperti itu.

“Karena apa yang lebih penting adalah kesehatan (dalam kasus ini), jadi saya pikir, kami tahu lingkungan di stadion adalah lingkungan yang berbahaya untuk menyebarnya penyakit, jadi karena itu kami harus bersiap untuk mengikuti perintah otoritas soal kesehatan dan saran dari FIFA. Bagi saya pribadi, kesehatan dan hidup saya lebih penting dari sekedar menempatkan diri dalam situasi yang beresiko. Saya masih ingin hidup untuk 20 tahun ke depan setidaknya,” katanya.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X