Kamis, 2 April 2020

Senandung Persib, Musisi dan Bobotoh Bertutur tentang Lagu-lagu Bertema Maung Bandung

- 18 Februari 2020, 13:15 WIB
DUA album Kompilasi Persib.* /FIAN AFANDI/PR

PIKIRAN RAKYAT - Awal dekade 2000-an, bobotoh Persib Bandung menemukan cara baru dalam mendukung klub.

Pekik dan nyanyian bobotoh tak lagi hanya terdengar di tribun stadion saat pertandingan, tapi juga di studio-studio rekaman musik.

Ketua Viking Persib Club Heru Djoko, Yoedi Baduy, dan mendiang Ayi Beutik adalah tiga di antara para pengurus Viking Persib Club yang menginisiasi dibuatnya Album Kompilasi Persib tahun 2002.

Para musisi asal Bandung diajak terlibat dalam pembuatan album berisi lagu-lagu bertema Persib Club tersebut.

Heru Djoko mengatakan, dibuatnya Album Kompilasi Persib bertujuan menyalurkan emosi berlebih bobotoh kepada hal yang lebih positif.

loading...

“Dahulu (citra) bobotoh itu menakutkan. Sering susah dikendalikan setiap keluar dari Stadion Siliwangi setelah pertandingan. Jadi, tujuan kami (Viking Persib Club) bikin album kompilasi itu karena kami cinta Bandung, Persib, dan agar Kota ini tertib. Tidak ada sedikit pun motivasi bisnis,” ujar Heru Djoko.

Tercatat, 10 band berpartisipasi dalam pembuatan Album Kompilasi Persib. Mereka adalah Mobil Derek, Pas Band, PHB, Noin Bullet, Jeruji, Koil, Time Bomb Blues, Savor of Filth, Harapan Jaya, dan Virus.

“Mereka (para musisi) sangat antusias saat kami (Viking Persib Club) ajak membuat album kompilasi. Saya juga sedikit tidak sangka atas (respons) itu,” ujar Yoedi Baduy, pengurus Viking, saat ditemui di Viking Persib Fanshop, Selasa 7 Januari 2020.

“Pertama, yang kami ajak adalah Pas Band. Saya, Mang Ayi (Beutik), Pak Heru Djoko ketemu personel Pas Band dan alhamdulillah direspons (Pas Band) dengan baik. Respons itu sangat memotivasi dan langsung kami tindak lanjuti,” ucapnya.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X