Jumat, 3 April 2020

Di Konferensi Pers Asia Challenge, Pelatih Persib Bandung Bandingkan Sepak Bola Indonesia dan Malaysia

- 17 Januari 2020, 17:26 WIB
PELATIH Persib Bandung, Robert Albert, di konferensi pers Asia Challege 2020, Jum'at 17 Januari 2020. /INSTAGRAM SELANGOR FA @FASELANGORMY

“Kami sempat berdiskusi. Mereka (Malaysia) sudah memulai pramusim dan mereka sudah tahu kapan liga akan dimulai. Sementara kami belum tahu kapan liga akan dimulai. Itu yang menjadi perbedaan besar, kami melakukan persiapan untuk sesuatu tapi belum benar-benar tahu kapan itu akan dimulai,” ungkapnya.

Dia menambahkan, di sepak bola profesional tim harus mengetahui kapan liga digelar supaya pelatih tahu apa yang harus dilakukan, berapa pekan waktu yang dimiliki untuk persiapan. Namun, saat ini tim di Liga 1 belum mengetahu itu.

“Perbedaan lainnya, yang pertama adalah keramaian penonton, mayoritas stadion di Indonesia selalu banyak pentonton dan fans selalu mencintai klub mereka. Itu yang saya suka dari Indonesia, fans selalu mengenakan jersey klub kebanggaan mereka, saya jarang melihat fans mengenakan jersey Barcelona, Chelsea, di Bandung," tutur Robert.

"Saya melihat mereka memakai jersey Persib, di Malang dan Makassar juga begitu. Mereka menjunjung tinggi klub mereka dan itu sudah menjadi budaya, mereka melakukan apapun untuk bisa mendukung klubnya,” katanya.

Baca Juga: Partai Gerindra Desak Pemerintah Kaji Ulang Kenaikan Tarif BPJS Kesehatan, Masih Banyak Cara Lain

Tidak hanya itu, Robert juga melihat  di Indonesia, setiap kota mempunyai stadion, bahkan di desa kecil juga mempunya stadion sesuai piramida liga muai dari kasta pertama hingga kasta ketiga.

loading...

“Di Malaysia masih terbatas klub dan stadionnya, itu perbedaan besar. Tapi Malaysia sudah punya organisasi yang bagus, sedangkan Indonesia masih dalam proses membangun soal struktur sepakbolanya. Tapi jika saja mereka mampu melakukannya, saya rasa Indonesia bisa menjadi raksasa sepak bola, ada banyak talenta dari klub-klub yang ada, dengan gairah yang besar pada sepak bola," kata dia.

"Jika saja infrastruktur bisa dibenahi, saya rasa Indonesia bisa bangkit. Terpenting adalah bagaimana membenahi infrastruktur dan organisasinya,” lanjut Robert.***

Halaman:

Editor: Gugum Rachmat Gumilar

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X