Sabtu, 14 Desember 2019

Bekal Hadapi Persebaya, Robert Analisa Statistik Saat Melawan Madura United

- 11 Oktober 2019, 08:08 WIB
Pelatih Persib Robert Rene Alberts.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

SOREANG, (PR).- Setelah menjalani libur selama empat hari, para pemain Persib kembali berkumpul untuk melakukan latihan menjelang pertandingan menghadapi Persebaya Surabaya, pada pekan ke-23 Liga 1, yang akan berlangsung pada tanggal 19 Oktober di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.

Pelatih Persib Robert Alberts mengatakan, kondisi para pemainnya dalam kedaan baik, dan mereka bisa menjaga kebugaran selama menjalani libur.

“Empat hari kita istirahat dan yang paling penting untuk pemain adalah mereka mulai kembali (latihan), dan mereka merasa nyaman dan kembali termotivasi secara mental,” tuturnya di Stadion Si Jalak Harupat, Jalan Cipatik-Soreang, Kamis, 10 Oktober 2019 petang.

Robert mengatakan, dirinya sudah mendengar jika dua pertandingan kandang Persib yaitu saat menjamu Persebaya dan Persija Jakarta harus dilakukan di luar Kota Bandung. Tentunya, hal tersebut cukup merugikan untuk skuad Maung Bandung, karena tidak bisa menggunakan homebase mereka untuk dua pertandingan besar.

“Kita bermain kandang tetapi jauh dari rumah, dan itu harus kita jalani. Sekarang kita kembali lagi bergabung dan telah melupakan kekecewaan saat kalah dari Madura. Saya ingin pemain bisa menganalisa hasil pertandingan dan statistik di laga kemarin, dan saya rasa stastistik pertandingan kemarin cukup mencurigakan,” katanya.

Pelatih asal Belanda tersebut menuturkan, dilihat dari statistik Madura United, ia mencatat ada 58 persen ball possesion, sedangkan Persib 42 persen. Lalu dari jumlah menyerang, tim berjuluk Sape Kerrab ini melakukan 125 kali, sedangkan Pangeran Biru 89 kali menyerang, dan itu sama dengan hasil dari ball possesion.

Namun, dari segi serangan langsung ke gawang, Madura justru mencatat jumlah yang lebih sedikit dibandingkan dengan Persib. Sementara untuk penyelamatan penjaga gawang juga persentasenya adalah 50 banding 50.

“Yang paling mencolok dari statistik pertandingan kemarin adalah mereka (Madura) meriah 24 kali tendangan bebas, sedangkan kita hanya sembilan. Tetapi jika kita komparasi, meski lawan mendapat 24 tendangan beas tetapi mereka mendapat empat kartu kuning, sedangkan kita yang hanya mendapat sembilan tendangn bebas hanya diganjar satu kartu kuning,” ujarnya.

Robert menilai, hal tersebut sangatlah tidak wajar karena seharusnya jika Persib melakukan kesalahan dan lawan mendapatkan tendangan bebas, maka secara logika Persib bisa saja mendapat lebih banyak kartu kuning. Namun, pada kenyataannya ini justru berbalik.


Halaman:

Editor: Endah Asih

Tags

Komentar

Terkini

X