Rabu, 26 Februari 2020

Mental Pemain Persib Harus Lebih Kuat

- 17 Agustus 2019, 20:34 WIB
PARA pemain Persib Bandung melakukan latihan ringan di Stadion Si Jalak Harupat, Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Selasa 13 Agustus 2019. /ADE MAMAD/PR

MAKASSAR, (PR).- Menjelang penghujung putaran pertama Shopee Liga 1 2019, Persib akan kembali diuji dengan menghadapi PSM Makassar, pada pekan ke-14 yang akan berlangsung di Stadion Andi Mattalatta, Mattoangin, Makassar, Minggu 18 Agustus 2019.

Laga tersebut akan menjadi tantangan tersendiri mengingat sebelum mengaristeki Maung Bandung, Robert Alberts pernah menjadi pelatih PSM Makassar dan bahkan mengantarkan tim berjuluk Juku Eja tersebut bertengger di posisi kedua klasemen akhir Liga 1 musim lalu.

Hasil imbang di dua pertandingan terakhir setidaknya menjadi penyemangat untuk Pangeran Biru, meski selama ini Persib selalu sulit untuk meraih kemenangan saat menghadapi PSM Makassar di kandangnya.

Misi Persib untuk bangkit dan meraih kemenangan pun akan cukup berat, mengingat saat ini PSM sedang meraih tren positif setelah sebelumnya mereka meraih kemenangan 2-1 dari Barito Putera.

Sebaliknya, Persib justru hanya bisa ditahan imbang oleh Borneo FC 2-2 saat bermain di Stadion Si Jalak Harupat. Hasil satu poin ini membuat posisi Persib masih berada di peringkat ke-11 klasemen sementara Shopee Liga 1 2019 dengan nilai 15 hasil dari 3 kali menang, 6 kali imbang, dna 5 kali kalah.

Menurut pengamat sepak bola sekaligus mantan pemain Persib Sujana, melihat permainan Maung Bandung saat melawan Borneo FC di babak pertama sudah bagus dan terlihat adanya perubahan hingga bisa unggul 2-0.

Namun, di babak kedua pelatih tim lawan lebih cerdik karena bisa mengubah pola dan strategi permainan hingga akhirnya bisa mengimbangi Persib. “Di pertandingan kemarin khususnya babak kedua ada dua poin yang menjadi penilaian, yaitu pertama pemain Persib terpancing emosinya dan kedua konsentrasi buyar. Dan kejadian gol dari lawan juga seharusnya tidak terjadi,” tutur Sujana saat dihubungi Sabtu 17 Agustus  2019.

Pada gol pertama Borneo FC dari tendangan bebas harusnya tidak terjadi karena pagar di sebelah kiri bisa lebih rapat dan kiper pun harus melakukan komunikasi lebih banyak dengan pemain pagar (betis).

Sementara gol Borneo yang kedua dari titik penalti, Hariono seharusnya tidak melakukan pelanggaran itu dengan mencoba membuang bola dengan kaki terangkat ke atas, karena bola tersebut masih bisa diantisipasi dengan di sundul.

Halaman:

Editor: ella yuniaperdani

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X