Jumat, 21 Februari 2020

Jawaban Manajemen Persib Tak Jelas Soal Keterlibatannya dalam Skandal Pengaturan Skor

- 29 Maret 2019, 14:57 WIB
PENGATURAN skor sepak bola.*/DOK. PR

BANDUNG, (PR).- Satuan Tugas (Satgas) Anti Mafia Bola yang dibentuk Kepolisian Republik Indonesia pada 21 Desember 2018 telah membongkar kasus pengaturan skor beserta dalang-dalangnya.

Mencutanya kasus pengaturan skor di jagat sepak bola Indonesia terjadi pada akhir kompetisi musim 2018. Banyak klub yang berkompetisi ditenggarai melakukan hal kotor itu.

Setelah memeriksa, Satgas Anti Mafia Bola telah menetapkan 16 tersangka hingga saat ini. Tersangka yang ditetapkan berasal dari berbagai latar belakakang, ada yang menjadi pengurus klub, wasit, hingga anggota PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) yang seharusnya memberantas pengaturan skor.

Pada Kamis 21 Februari 2019, Wakil Ketua Satgas Anti Mafia Bola Krishna Murti mengatakan bahwa pengaturan skor bukan hanya melibatkan klub di Liga 2 dan Liga 3.

Di Liga 1, tidak dimungkiri banyak yang melakuka pengaturan skor. Namun, Krishna Murti menuturkan bahwa pada musim 2018 ada tiga klub yang bersih dari kasus ini yaitu Persib Bandung, PSM Makassar, dan Persipura Jayapura.

Krishna Murti mengatakan bahwa Persib Bandung hanya bersih dari praktik kotor pada 2018 saja. Sementara untuk musim-musim sebelumnya, dia tidak menjamin Persib bermain bersih. Hal itu diungkapkan Krishna Murti usai melakukan pemeriksaan terhadap wasit-wasit di sepak bola Indonesia.

Dalam acara bertajuk Membangun Masa Depan Sepak Bola Indonesia Bersama Satgas Anti Mafia Bola di Hotel El Royale, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Kamis 28 Maret 2019, salah satu pembicara yaitu pengamat sepak bola Tommy Welly mengatakan bahwa sebelum Satgas dibentuk, semua petinggi klub sepak bola datang ke rumah dinas Kapolri.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X