Rabu, 22 Januari 2020

Persib Kembali Terancam Sanksi karena Ulah Oknum Bobotoh, Manajer dan Pelatih Angkat Bicara

- 31 Juli 2018, 09:57 WIB
PEMAIn Persib Jonatan Bauman (kanan) mencoba lewati pemain PS Tira dalam laga Liga 1 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta, Senin 30 Juli 2018. Persib menang atas PS Tira dengan skor 3-2.*

Akibatnya, Komisi Disiplin PSSI menjatuhkan sanksi kepada bobotoh berupa larangan mendukung kesebelasan kesayangannya dengan mengenakan atribut bernuansa Persib sebanyak 3 laga. Tak hanya itu, Persib juga diharuskan membayar denda Rp 45 juta.

Komisi Disiplin PSSI juga menjatuhkan sanksi kepada panita pelaksana pertandingan Bhayangkara FC, berupa denda Rp 15 juta karena dinilai tidak mampu mencegah penonton masuk ke lapangan.

Mengecewakan

Menanggapi kejadian masuknya oknum bobotoh ke dalam lapangan saat menghadapi PS Tira, Manajer Persib Umuh Muchtar sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan oknum bobotoh tersebut.

“Ya itu saya kecewa, seharusnya saat kita sudah menang dan mereka juga harus sadar tidak usah turun ke lapangan, jadi mengundang masalah dan terancam kena denda lagi. Ini masalah juga, ada denda lagi,” tutur Umuh Senin 30 Juli 2018 malam.

Melihat hasil yang diraih Persib di tiga pertandingan tandang terakhir, Umuh Muchtar menyatakan sangat puas. Para pemain terlihat lebih semangat dan memiliki motivasi serta daya juang yang tinggi di setiap pertandingan.

“Ya, kita harus dukung terus supaya bisa mempertahankan di posisi satu ini. Mudah-mudahan kami bisa bertahan di posisi ini dan insya Allah tidak menutup bisa meraih gelar juara lagi,” ujarnya.

Bisa ya bisa tidak

Sementara itu Pelatih Persib Roberto Mario Carlos Gomez mengatakan, mengenai tndakan beberapa bobotoh yang masuk ke lapangan, dia melihat hal tersebut bukanlah pelanggaran.

“Saya tidak tahu tetapi mungkin bisa ya atau tidak (terkena sanksi). Saya rasa botootoh masuk ke lapangan karena ingin ikut merayakan kemenangan dan senang dengan para pemain. Saya pikir mereka masuk tidak untuk berkelahi,  mereka menikmati. Saya ingat ketika di Arema, para pendukungnya masuk ke lapangan dan melakukan tindakan tidak terpuji,” ucapnya.

Mario Gomez membandingkan, saat Persib bertandang ke markas Arema dan Persija, saat pergi maupun pulang harus menggunakan kendaraan Barakuda. Bahkan terakhir saat dikalahkan Persija 0-1 di Stadion PTIK, oknum suporter Persija melakukan tindakan tak terpuji dengan melaukan pelemparan kea rah mobil yang dinaiki Persib dan tidak mendapatkan sanksi.***

Halaman:

Editor: Irfan Subhan

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X