Minggu, 8 Desember 2019

Fernando Soler: Lini Depan Persib Belum Tajam

- 26 Maret 2018, 12:29 WIB
Persib Bandung Oh In-Kyun melewati pemain belakang PS Tira Ganjar Mukti saat berlangsungnya Liga 1 Indonesia di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Gedebage, Kota Bandung, Senin, 26 Maret 2018. Persib harus menerima skor akhir imbang 1-1 setelah PS Tira membobol gawang pada menit akhir babak tambahan.*

SELAIN kelengahan lini pertahanan serta faktor stamina yang anjlok di babak kedua, asisten pelatih Persib, Fernando Soler menganggap, ada faktor lain dari diperolehnya hasil seri yang menyesakkan ini. Faktor tersebut adalah belum maksimalnya kinerja lini depan. Khususnya dalam penyelesaian peluang. Andai mayoritas peluang yang diperoleh Persib bisa dikonversi jadi gol, tentu satu gol PS Tira di detik-detik akhir tak akan mempengaruhi hasil pertandingan.

"Ball possession (penguasaan bola) kami lebih banyak dari mereka (PS Tira), ada juga beberapa situasi tadi yang sebenarnya memungkinkan kami untuk cetak lebih banyak gol. Nanti kami harus kerja keras perbaiki itu. Karena kalau tidak diperbaiki, dan kami masih susah cetak gol, nanti bisa terjadi seperti ini lagi," tutur Fernando Soler di sesi konferensi pers usai pertandingan.

Soler pun menyebut, tim Pangeran Biru akan memaksimalkan waktu sekitar satu pekan untuk memperbaiki berbagai kekurangan tersebut. Pasalnya, Minggu, 1 April 2018, Persib sudah mesti menjalani laga kedua Liga 1 2018 dengan bertandang ke markas Sriwijaya FC. "Masih ada waktu untuk kami kerja ke depannya, karena kami tidak ingin terjadi lagi hal seperti ini," kata Soler.

Hal serupa juga menjadi pesan penting yang disampaikan pelatih Roberto Carlos Mario Gomez sebelum bertolak ke Argentina untuk mendampingi sang istri yang akan menjalani operasi. Gomez mengingatkan agar anak asuhnya bermain efektif.

Gomez mengatakan, Persib hampir selalu mendapat banyak peluang saat berlaga di pertandingan resmi maupun uji coba. Namun hanya sedikit dari peluang itu yang berhasil dikonversi menjadi gol.

Menurut Gomez, sebuah permainan atau serangan yang efektif adalah saat tim bisa mencetak lima gol jika mendapat delapan atau sembilan peluang. Dengan begitu tak banyak peluang bagi lawan untuk melakukan serangan balik.

"Saat kami menyerang tapi tidak menghasilkan gol, maka lawan akan balik menyerang. Situasi seperti ini harus diantisipasi segera. Beda jika serangan berbuah gol, lawan tidak akan mendapat kesempatan untuk menyerang balik," tutur Gomez yang tetap memantau anak asuhnya dari jarak jauh.***



Editor: Gugum Rachmat Gumilar

Tags

Komentar

Terkini

X