Pikiran Rakyat
USD Jual 14.004,00 Beli 14.102,00 | Berawan, 25 ° C

Jelang Tanding Persib vs PSIS, Robert Alberts Antisipasi 'Penyerangan Berbahaya'

Irfan Subhan
PELATIH Persib Robert Alberts sedang memberikan keterangan kepada wartawan, saat konfrensi pers jelang pertandingan di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Selasa, 5 November 2019.*/IRFAN SUBHAN/PR
PELATIH Persib Robert Alberts sedang memberikan keterangan kepada wartawan, saat konfrensi pers jelang pertandingan di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Selasa, 5 November 2019.*/IRFAN SUBHAN/PR

BANDUNG, (PR).- Menghadapi PSIS Semarang di stadion Si Jalak Harupat, pelatih Persib Robert Alberts mengaku sangat senang. Akhirnya timnya bisa kembali menggunakan stadion yang terletak di Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung tersebut.

“Besok akan menjadi pertandingan yang menarik karena PSIS adalah tim yang kuat dengan 'penyerangan yang berbahaya'. Mereka juga memiliki pemain asing yang bagis dan mereka sangat mobile dengan kombinasi yang sangat baik,”katanya.

Pelatih asal Belanda tersebut menambahkan, penampilan PSIS di pertandingan sebelumnya ketika mengalahkan PSS Sleman tentunya penjadi perhatian yang penting, karena seperti diketahui PSS saat ini posisinya berada di Lima Besar klasemen sementara.

“Tapi kami melihat ke depan untuk pertandingan, karena akhirnya kami bisa kembali bermain di Bandung dan pemain tidak sabar untuk bermain di depan Bobotoh. Jadi kami senang akhirnya bisa bermain lagi di Bandung,”ujarnya.

Dua bulan harus meninggalkan Bandung tentunya tidak mudah bagi tim, karena harus melakukan banyak perjalanan dan berlatih di luar untuk bersiap menghadapi pertandingan selanjutnya.

“Manajemen juga sangat fantastis dalam mendukung pemain, kami tetap merasa nyaman dan kami harus bisa menampilkan yang terbaik seperti yang bisa dihasilkan ketika di luar Bandung. Kami harus tetap bermain dengan baik di Bandung dan harus bisa meraih tiga poin. Dan melihat kerja pemain maupun intensitas mereka di latihan, mereka melakukan pemulihan dengan cepat dan sangat positif. Sekarang pemain bisa lebih rileks saat mereka menguasai bola dan kami tinggal harus lebih efektif ketika menyerang. Pertahanan juga harus lebih tangguh untuk mengejar defisit selisih gol dengan tim lain,” ujarnya.

Tren bagus Persib

Sementara itu pelatih PSIS Semarang Bambang Nurdiansyah mengatakan, saat ini Persib sedang memiliki tren yang bagus karena di empat pertandingan terakhir mereka belum terkalahkan.

Namun, di sisi lain PSIS juga sedang membutuhkan poin dan bertekad untuk bisa membawa pulang poin dari lawatannya ke kandang  Persib.  “Tapi bukan pekerjaan mudah, saya bilang Persib lagi bagus, Persib lagi nanjak, dan PSIS juga sama. Harapan saya itu jadi motivasi, saya pikir anak-anak harus termotivasi, tapi bukan itu saja, kita sedang berada di zona berbahaya (peringkat ke-13),” ucapnya.

Meski tidak melakukan latihan setelah meraih kemenangan dari PSS, pelatih yang akrab disapa Banur ini mengaku siapapun lawan yang dihadapi timnya harus bisa meraih poin untuk memperbaiki posisi di klasemen sementara.

“Kami nggak ada latihan, kita musafir. Di Magelang, main di Magelang susah, kemarin enggak diizinin di Magelang. Saya bersyukur, kemarin main di Sleman lawan PSS Sleman status home malah menang justru,” ujarnya.

Banur berharap timnya bisa meraih kemenangan di laga tandang saat mengalahkan PSM Makassar dan Persela Lamongan di kandangnya masing-masing. “Jadi pemain yang di bawa 20 orang, semuanya siap tempur, yang saya bawa ya yang siap tempur. Mudah-mudahan waktu di Makassar kita menang, Lamongan kita menang, dan di Bandung harus menang,” tuturnya.

Transisi menyerang ke bertahan

Jika Maung Bandung bisa mengalahkan Laskar Mahesa Jenar, maka mereka berpeluang untuk naik satu tingkat ke peringkat tujuh klasemen sementara, karena saat ini Persib telah mengoleksi 34 poin hasil dari 8 kali menang, 10 imbang, dan 7 kali kalah.

Poin Persib saat ini hanya terpaut tiga angka saja dari PS Tira-Persikabo yang berada di peringkat ketujuh. Saat ini, Pangeran Biru memang sedikit diuntungkan karena mereka akan menjalani tiga pertandingan kandang.

Mantan pemain Persib sekaligus pengamat sepak bola Sujana mengatakan, hasil positif di empat pertandingan sebelumnya harus menjadi motivasi bagi pemain Persib dan bisa menularkannya saat bermain di Bandung.

“Melihat hasil kemarin saat lawan Kalteng Putra memang bisa menang, tetapi jika dilihat secara permainan turun. Dengan sekelas Kalteng Putra yang baru saja promosi ke Liga 1, secara kekuatan persib ada di atas, dan dengan lawan bermain 10 pemain, masih banyak kekuranag dan kelemahan. Namun, mudah-mudahan ada evaluasi,” tutur Sujana.

Dia menambahkan, melihat PSIS Semarang saat ini kekuatan mereka terletak di posisi sayap, khususnya di sayap kanan dan mereka memiliki kecepatan yang bagus yang tentunya harus selalu diantisipasi.

“Hati-hati intinya. Lebih disiplin lagi pemain belakang, apalagi di kandang jangan main bertahan. Kalau mau haru sberani menyerang, transisi menyerang ke bertahan harus diperhatikan. Melihat pemain PSIS sekarang, begitu gagal transisi menyerang mereka betul-betul bagus dan disiplin. Mudah-mudahan dengan motivasi pemain Persib dengan menang, menang, dan menangdi laga sebelumnya bisa kebawa ke Bandung,” katanya.

Sujana mengatakan, untuk lini depan Persib sebenarnya justru unggul karena memiliki Ezechiel yang mempunyai kelebihan di bola-bola atas. Dengan tinggi badan dan postur yang bagus, membuat pemain belakang lawan pun akan berpikir.

“Yang menjadi catatatan, Eze jangan terlalu banyak membuka. Seorang striker itu memang salah satu tugasnya membuka, tetapi tidak harus juga karena Persib memiliki pemain di sayap yang punya kecepatan dua-duanya. Kalau eze melebar, justru di depan transisi menyerang ke bertahan akan cukup sulit karena mengandalkan Eze. Adanya Vizcara dan Kevin sebagai orang kedua sudah bagus karena saat masuk ada back up,” ujarnya.***

Bagikan: