Pikiran Rakyat
USD Jual 14.004,00 Beli 14.102,00 | Berawan, 28.7 ° C

Bhayangkara FC vs Persib, Robert Alberts Syukuri Hasil Imbang

Wina Setyawatie
PEMAIN Persib Bandung Vizcarra (kiri) mencoba melewati Pemain Bhayangkara FC Lee Yu Jun (kanan) pada pertandingan lanjutan Liga I Indonesia di Stadion PTIK, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. Pertandingan tersebut berakhir imbang 0-0.*/ANTARA
PEMAIN Persib Bandung Vizcarra (kiri) mencoba melewati Pemain Bhayangkara FC Lee Yu Jun (kanan) pada pertandingan lanjutan Liga I Indonesia di Stadion PTIK, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. Pertandingan tersebut berakhir imbang 0-0.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Persib Bandung harus puas membawa pulang satu poin dari Jakarta, setelah hasil imbang tanpa gol di lanjutan Liga 1 2019 melawan Bhayangkara FC di Stadion Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. Dengan hasil ini, Persib masih belum bisa menanjak ke papan atas klasemen sementara.

Persib tetap di posisi ke-10 dengan raihan poin 28. Begitu juga dengan Bhayangkara, tetap di posisi ke-11 dengan poin 25.

Sejauh ini Persib memang masih belum beruntung saat menghadapi Bhayangkara. Sejauh ini dari delapan laga yang dijalani kedua tim, termasuk laga ini, Bhayangkara masih unggul rekor pertemuan dengan 4 kali kemenangan. Sementara Persib baru dua kali menang, dan dua laga lainnya berakhir imbang. Bhayangkara bisa mencetak 12 gol ke gawang Persib, sebaliknya Persib baru bisa membalas dengan tujuh gol ke gawang Bhayangkara.

Meski gagal merebut tiga angka, Pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts dalam jumpa pers usai pertandingan mengatakan dirinya bersyukur dengan hasil ini. Ini merupakan nilai satu poin yang dinilainya cukup kuat.

"Kami bermain baik di 20 menit pertama. Kita mampu mengontrol permainan, kontrol ritme, sayangnya permainan kita kemudian menurun dan kolaps. Bhayangkara mulai percaya diri untuk menyerang kita. Keputusan wasit yang memberikan dua tendangan bebas untuk lawan, membuat kami seterusnya kesulitan. Padahal kami sudah melakukan penjagaan dengan baik di dalam kotak," katanya.

Di babak kedua, permainan mulai intensif di kedua tim. Menarik untuk dilihat, kecepatan dari permainan pun meningkat.

"Bhayangkara kemudian memiliki peluang banyak yang tidak terkonversikan, sebaliknya mungkin kita ada 1-2 kesempatan. Melihat kondisi malam ini, kami cukup puas dengan hasil ini. Ini poin yang kuat untuk hari ini," ujarnya.

Di pertandingan ini Persib tidak menurunkan striker andalannya Ezechiel N'Douassel, dia masih diistirahatkan karena dilihat masih mengalami kelelahan setelah laga melawan Persebaya di Bali. Terlebih setelah kembali dari panggilan Timnas Chad, dia langsung bergabung dengan Persib di Bali.

Tanpa Ezechiel, Persib mampu bertahan. Memang sedikit kesulitan untuk mencetak gol, mengingat tanpanya Persib tidak memiliki penyerang murni. Hal itu pun diakui oleh Rene.

"Kami memang tidak punya striker murni sebagai 'pembunuh', tapi kami mengusahakannya di laga ini. Di 20 menit pertama itu kesempatan kami sebenarnya, tapi selepas itu tidak banyak kesempatan. Begitu juga di babak kedua. Kita memang punya kualitas lebih di wing hari ini. Jadi intensitas untuk menyerang cepat kami manfaatkan lewat mereka, untuk kemudian bermain lebih ke tengah. Sayang, Esteban (Gabriel Vizcarra) dan Kevin (Bernard van Kipperslius) tidak bisa masuk," ungkapnya.

Rene menilai Bhayangkara memainkan sistem pohon natal, dengan menempatkan banyak orang di belakang bola. Satu berperan sebagai penyerang dan 7-8 pemain berfungsi bertahan.
"Banyak orang yang menjaga di dalam kota, makanya sangat sulit untuk menjadikan 1-2 peluang yang kita peroleh menjadi gol," ujarnya.

Kapten Tim Persib Supardi Nasir menilai satu poin ini hasil terbaik di pertandingan ini. Meski target tiga poin, hanya saja satu poin ini merupakan poin krusial untuk Persib.

"Kami berharap bisa lebih berkembang lagi, karena masih ada pertandingan di depan yang sangat penting," katanya.

Di laga ini, Persib kembali menyoroti kinerja wasit. Supardi menilai bahwa ada keputusan wasit yang seharusnya tidak berbuah kartu kuning untuk Persib.

"Agak tidak puas dengan keputusan wasit, tapi sulit untuk bicara. Saya tidak berkepentingan secara pribadi jika berbicara wasit, tapi ini demi sepakbola Indonesia," ungkapnya.

Kurang puas

Bila Persib mengaku cukup puas dengan hasil ini, tidak halnya dengan Bhayangkara sebagai tuan rumah. Sang Pelatih Paul Munster mengaku kecewa dengan satu poin. Karena ekspektasi dari awal adalah tiga poin dari laga ini dan "clean sheet".

"Clean sheet-nya kita dapat, tapi tidak bisa cetak gol. Padahal dibandingkan Persib yang hanya satu peluang saja mungkin yang berbahaya, kami punya lebih banyak peluang, namun sayang belum terkonversikan gol. Ini sama saja rasanya seperti kalah," katanya.

Berkaca dari pertandingan sebelumnya dengan PS Tira, di laga ini, menurutnya, tidak ada bedanya. Namun, harusnya di laga ini, Paul menilai harusnya timnya bisa menghasilkan 6-7 gol.***

Bagikan: