Pikiran Rakyat
USD Jual 14.039,00 Beli 14.137,00 | Umumnya berawan, 23.1 ° C

Tak Ada Pengamanan Berlebih untuk Laga Bhayangkara FC vs Persib

Wina Setyawatie
Persib.*/DOK. PR
Persib.*/DOK. PR

JAKARTA, (PR).- Tidak ada pengamanan berlebih untuk Persib Bandung dalam laga tandang melawan Bhayangkara FC pada Rabu, 23 Oktober 2019, di Stadion Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta. Tidak akan ada trantis yang akan digunakan dalam pertandingan, Persib hanya akan dijemput dengan Bus Bhayangkara.

Hal tersebut diungkapkan Asisten Manajer Umum Bhayangkara FC Bambang Suhendro kepada "PR" saat ditemui di Stasion PTIK, Selasa, 22 Oktober 2019. Pihaknya memastikan kondisi akan aman, karena yang akan menonton laga lanjutan liga 1 ini hanya suporter dari Bhayangkara FC saja.

Karena adanya jaminan keamanan tersebut, maka pihak Panitia Pelaksana pun memutuskan tidak menggunakan trantis. Persib pun menurut dia sudah menyepakati.

"Dalam pertemuan manajer sudah disepakati bahwa Persib tidak akan dijemput dengan menggunakan kendaraan trantis. Hanya menggunakan bus Bhayangkara saja, namun dengan penjagaan. Pengamanan akan diberikan pada saat kedatangan, di hotel, penjemputan, hingga kepulangan menuju ke Bandung via darat. Kami akan antar Persib hingga titik yang dinilai kondusif," ucapnya.

Untuk pengamanan di stadion, pihaknya meminta seluruh pihak mematuhi perjanjian yang telah dibuat oleh kedua belah pihak. Bahwa tidak ada bobotoh yang diperbolehkan datang. Jika ada yang hadir, satu atau dua orang diharapkan tidak menggunakan atribut atau hal-hal tertentu yang bisa memancing kondusifitas.

"Tapi sebaiknya tidak. Karena memang harusnya tidak boleh, sebab sudah ada kesepakatan yang kita kirimkan ke sana (Persib). Takutnya, nanti kalau bocor ada gesekan. Sementara kondisi Jakarta sendiri masih siaga 1. Syarat awalnya kan diizinkan bertanding di Jakarta dengan syarat bobotoh dilarang datang," tutur Bambang.

Tidak ada imbauan berlebih untuk para penonton yang akan hadir di laga nanti. Hanya pihaknya meminta agar tertib saja.

"Kita disini kan untuk menonton sepakbola dan yang menonton adalah orang Bhayangkara sendiri. Jadi kami minta tertib saja. Lagi pula tidak banyak tiket yang kami sebar, hanya 2.000 tiket," tuturnya.

Untuk menghindari kebocoran penonton dari suporter tim lain yang mungkin akan mengambil keuntungan dari kondisi yang ada, menurut Bambang, pihaknya tentu akan melakukan pemeriksaan untuk siapapun yang akan masuk dalam stadion. Akan dilakukan cek badan.

"Tentu ada pemeriksaan badan, agar tidak ada benda-benda yang tidak terkait dengan sepakbola yang bisa masuk. Tapi tentu tidak terlalu berlebihan juga pengecekannya. Kami menyiapkan 500 personel kepolisian dari polres jakarta selatan, dan 15 pengamanan dalam. Kami menyiapkan 500 personel kepolisian dari Polres Jakarta Selatan dan 15 pengamanan dalam," ucapnya.

Belum lama ini Persib mengalami kejadian buruk saat melakoni laga melawan PS Tira, Juli lalu. Kendati tidak di Jakarta, pertandingan tetap masih berada di wilayah Jagodetabek yang dikenal basis massa terbesar suporter tim ibu kota yang dikenal memang tidak akrab dengan suporter tim asal kota Bandung ini.

Dalam laga itu, sempat terjadi bentrok suporter saat pertandingan hingga membuat Stadion Pakansari rusak cukup parah. Belum lagi insiden pelemparan bus Persib saat akan menuju hotel usai pertandingan oleh sekelompok oknum suporter tidak dikenal.

Pelemparan dengan batu-batu bata besar itu membuat kaca bus Persib rusak berat dan dua pemain Persib yakni Febri Hariyadi dan Omid Nazari mengalami luka sobekan cukup dalam di bagian kepala. 

Pelatih Persib Bandung Robert Rene Albert mengatakan pihaknya tidak ingin mengingat pengalaman buruk yang mereka alami sebelumnya. Menurut dia, mereka fokus dalam permainan di lapangan saja. Dia menegaskan pemainnya tidak akan terbagi konsentrasinya dengan kondisi di luar lapangan.

"Apalagi pemain saat ini pemain merasa termotivasi setelah laga terakhir. Kami ingin meneruskan tren positif itu, dan kita fokus ke situ," kata Rene.*** 

Bagikan:

TERPOPULER