Pikiran Rakyat
USD Jual 14.039,00 Beli 14.137,00 | Cerah berawan, 26.6 ° C

Persib Bandung Dapat Lisensi Klub Profesional AFC 2019

Wina Setyawatie
PEMAIN Persib Bandung . */ARMIN ABDUL JABBAR/PR
PEMAIN Persib Bandung . */ARMIN ABDUL JABBAR/PR

JAKARTA, (PR).- Persib Bandung dan lima klub Liga 1 mendapatkan lisensi klub profesional AFC 2019 dengan lolos tanpa sanksi (granted). Mereka mendapatkan lisensi tersebut setelah dinilai Komite Lisensi Klub PSSI dapat memenuhi lima aspek klub profesional yakni keolahragaan, infrastruktur, personel, administrasi, legal, dan keuangan.

Kelima aspek tersebut dievaluasi dalam rangkaian proses verifikasi dan lisensi untuk bisa berpartisipasi di kompetisi internasional yang diselenggarakan oleh Asian Football Confederation (AFC). Keputusan itu diambil setelah melalui rapat pleno Komite Lisensi Klub pada 8 Oktober lalu di Jakarta.

Melalui rilis PSSI, tercatat keenam klub tersebut adalah Arema FC, Persebaya, Persib Bandung, Persija Jakarta, Persipura Jayapura, dan PSM Makassar.

"Pencapaian tahun ini terhitung lebih bagus dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun lalu hanya ada tiga klub yang mendapatkan status granted. Jadi ini ada peningkatan 100 persen," kata Ketua Komite Lisensi Klub PSSI Timmy Setiawan. Tahun lalu tiga klub yang mendapatkan lisensi tersebut yakni Persija Jakarta, Arema FC, dan Persib Bandung.

Selain keenam klub tersebut, dua klub dinilai juga sudah memenuhi lima aspek klub profesional. Namun masih ada beberapa hal yang harus diperbaiki (granted with sanction). PSSI memberikan waktu kepada Bali United FC dan Bhayangkara FC untuk memperbaiki data yang dikumpulkan terhitung sebelum dimulainya musim kompetisi AFC 2020, pada Januari tahun depan.

Menurut Timmy tahun ini ada beberapa fakta menarik yang muncul selama proses verifikasi. Di antaranya adalah perkembangan signifikasi dari beberapa klub besar seperti Persebaya, Madura United, Persela Lamongan, dan PSIS Semarang. Secara umum, mereka terbilang jauh lebih bagus ketimbang tahun lalu. Tahun lalu bahkan Persebaya tidak masuk dalam daftar tim yang terlisensi.

"Harapannya dengan adanya standar ini, klub sepak bola profesional di Indonesia memiliki referensi untuk standar kualitas manajemen klub yang selalu menjadi prioritas dalam pengembangan sepak bola modern baik dari AFC maupun PSSI," tuturnya.

Timmy pun berterima kasih kepada 16 klub Liga 1 2019 yang telah mengajukan lisensi tersebut dan ingin bekerja keras melakukan perbaikan demi pertumbuhan sepakbola nasional. Termasuk 8 klub yang dinilai masih belum memenuhi persyaratan klub profesional.

Setelah mendapatkan lisensi klub profesional enam klub yang lolos bisa mengikuti turnamen di bawah naungan AFC seperti Liga Champions Asia atau Piala AFC tahun depan. Untuk bisa ikut dalam dua turnamen AFC itu syaratnya tentu harus juara Liga 1 dan juara Piala Indonesia.

Satu tempat di Piala AFC 2020 sudah menjadi miliki PSM Makassar setelah mereka memastikan menjadi juara Piala Indonesia 2019. Sedangkan untuk juara Liga 1 nanti, akan ikut dalam kualifikasi Liga Champions Asia (LCA) putaran pertama. Jika gagal, maka mereka akan turun ambil bagian di Piala AFC.

Namun, jika klub juara Liga 1 nanti berhasil menembus babak utama, maka runner-up Liga 1 lah yang berhak mendapatkan tempat di babak grup Piala AFC. Jadi Indonesia akan punya dua wakil di Piala AFC, dan satu perwakilan di LCA tahun depan.

Selanjutnya, komite lisensi klub masih harus bekerja untuk menyosialisasikan lisensi nasional Liga 1 dan persiapan regulasi lisensi nasional di Liga 2. Termasuk perumusan aspek bisnis yang sudah mulai diterapkan di beberapa federasi negara di Asia***

Bagikan: