Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 31 ° C

Bingung di Indonesia, Persib Mungkin Main di Singapura

Irfan Subhan
PELATIH Persib Bandung Robert Rene Alberts.*/ABDUL MUHAEMIN/PR
PELATIH Persib Bandung Robert Rene Alberts.*/ABDUL MUHAEMIN/PR

BANDUNG, (PR).- Pelatih Persib, Robert Alberts berharap agar pertandingan saat menjamu Persija Jakarta bisa digelar di Stadion Si Jalak Harupat. Hal tersebut dilalukan mengingat saat ini Maung Bandung sedang berupaya untuk memperbaiki posisinya di klasemen sementara, hingga dukungna bobotoh langsung di lapangan akan sangat membantu untuk membangkitkan motivasi pemain.

“Untuk informasi tempat pertandingan lawan Persija sampai saat ini saya belum menerima kabar. Kita belum mendapat konfirmasi dimana kita akan bermain, karena di Bali juga di tanggal 29 akan digunakan Bali United, sedangkan kita bermain dengan Persija tanggal 28,” tutur Robert, Minggu 13 Oktober 2019.

Dia menambahkan, saat ini manajemen Persib sedang mencoba agar saat menjamu Persija nanti bisa diadakan di Bandung. Namun, jika masih tidak mendapat izin maka Maung Bandung pun akan mencari tempat lain.

“Mungkin kita bisa bermain di Singapura, karena kita tetap bisa bermain di sana. Atau Malaysia juga bisa karena banyak juga orang Indonesia dan bobotoh di sana. Sekarang di Indonesia kita bingung untuk menggunakan stadion yang mana,” katanya.

Robert berharap agar ada segera kepastian untuk tempat pertandingan melawan Persija nanti, karena setelah menjamu Persebaya Surabaya di Bali, Pangeran Biru akan langsung terbang ke Jakarta untuk menghadapi Bahayangkara FC, selepas itu mereka akan ditantang oleh Persija Jakarta.

Artinya, Persib akan melakoni tiga pertandingan besar dengan waktu hanya 11 hari. Tentunya, dengan adanya kepastian tempat pertandingan untuk melawan Macan Kemayoran, pelatih pun bisa menyusun program persiapan meski dengan waktu yang sangat singkat.

PEMAIN Persib Bandung menjalani latihan di Stadion Arcamanik, Kota Bandung, Rabu 4 September 2019.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

Persiapan akhir

Sementara itu, menghadapi Persebaya Surabaya Persib telah melakukan persiapan akhir di Bandung sebelum terbang menuju ke Bali pada hari Selasa. Supardi Nasir dan kawa-kawan sengaja bertolak lebih awal agar bisa lebih beradaptasi dengan kondisi lapangan di Stadion Kapten I Wayan Dipta.

Sebelumnya Robert telah mengasah kemampuan anak asuhnya melalui game internal yang diadakan di Stadion Si Jalak Harupat, pada hari Sabtu lalu. Game ini dilakukan untuk menjaga ritme pertandingan.    

“Tidak bagus di sebuah kompetisi ada terlalu banyak break dan kami juga tidak bisa bermain di kandang jadi kami mempersiapkan sebaik yang kami bisa tergantung dari situasinya. Dan pemain terlihat bagus, terlihat termotivasi, senang bisa melihat nyaris semua kembali berlatih. Kini hanya Beckham yang bersama timnas dan Ezechiel juga akan kembali dari tim nasional,” ujarnya.

Robert mengatakan, menghadapi Persebaya dirinya akan membawa 22. Tiga kiper Maung Bandung yakni I Made Wirawan, Dhika Bayangkara dan Aqil Savik dipastikan ikut dalam rombongan ke Pulau Dewata.  

TIM Persib putri sedang melakukan peregangan setelah menjalani latihan di lapangan sepak bola Saraga ITB, Jalan Siliwangi Dalam, Kamis, 3 Oktober 2019.*/IRFAN SUBHAN/PR

Miliki catatan

Mengenai kekuatan tim lawan, Robert mengklaim sudah memiliki catatan tersendiri. Bahkan, ia pun sempat menyaksikan pertandingan Persebaya kala menjamu Borneo FC, 11 Oktober 2019 lalu melalui siaran langsung di televisi.

“Persebaya memainkan pertandingan yang kompetitif saat melawan Borneo. Saya pikir Wolfgang Pikal masih memikirkan cara untuk mengembangkan timnya. Dan 0-0 adalah hasil yang cukup adil jika kalian melihat pertandingan kemarin. Karena di sisi lain, Borneo juga sangat agresif,”ujarnya.

Mengenai kondisi lapangan stadion Kapten I Wayan Dipta, Robert mengaku tidak khawator meski dalam satu pekan ini stadion yang terletak di Gianyar tersebut digunakan untuk beberapa pertandingan.

Sebelumnya tempat tersebut digunakan untuk final Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 U-20 Tahun 2019. Setelah itu, stadion ini akan digunakan untuk pertandingan timnas Indonesia menghadapi vietnam, pada babak kualifikasi Piala Dunia pada tanggal 15 Oktober.

“Saya pikir Bali dalam dua tahun ke belakang lapangannya cukup bagus dan terawat jadi saya tidak khawatir. Dan manajemen Bali juga menurut opini saya sudah menjalankan tugasnya dengan baik soal membangun stadion itu sendiri dan fasilitas lain termasuk kondisi lapangan. Mereka benar-benar membangun Bali sebagai tim yang profesional jadi saya tidak khawatir soal itu,”tutur Robert.*** 

Bagikan: