Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Sedikit awan, 21.8 ° C

Pemindahan Venue Laga Persib VS Persebaya Dinilai Tak Rasional

Tim Pikiran Rakyat
YANA Umar saat menyaksikan pertandingan Persib Bandung vs Persebaya di Stadion SIliwangi, Kota Bandung, 26 Mei 2004.*/ANDRI GURNITA/PR
YANA Umar saat menyaksikan pertandingan Persib Bandung vs Persebaya di Stadion SIliwangi, Kota Bandung, 26 Mei 2004.*/ANDRI GURNITA/PR

BANDUNG, (PR).- Karena tidak mendapat izin keamanan dari pihak kepolisian, pertandingan pekan ke-23 Liga 1 antara Persib dan Persebaya Surabaya yang semula dijadwalkan pada Sabtu, 19 Oktober 2019 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, harus dialihkan ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Jumat, 18 Oktober 2019 pukul 18.30 WIB atau 19.30 WITA.

Seperti diberitakan PRFM News, pendiri Viking Persib Club, Yana Umar menyayangkan adanya keputusan tersebut. Pasalnya, dengan alasan adanya pelantikan Presiden, dan memilih Bali menjadi alternatif karena jauh dari ibu kota, dinilai tak rasional dan tak adil. 

“Disayangkan sekali, di saat Persib butuh poin dan mental yang bagus, nyatanya dialihkan ke Bali dengan alasan ada pelantikan, kenapa tidak di hentikan semua kompetisi untuk hari itu, Bali juga sama Indonesia. Tidak ada alasan karena jauh dari ibu kota, itu bukan alasan yang rasional. Kalau mau berhenti  semua pertandingan,” tutur Yana saat On Air di Radio PR FM 107,5 News Channel, Kamis, 10 Oktober 2019. 

Salah satu tokoh bobotoh Persib tersebut menilai, pemindahan venue sangat besar pengaruhnya bagi semua pihak. Seharusnya, PT PBB bisa melobi dengan meminta untuk menunda pertandingan, sehingga tetap bisa digelar di Stadion Si Jalak Harupat.

Venue ini sangat besar pengaruhnya, suporter Bandung, Karawang, Garut, dan yang lainnya harus mengeluarkan biaya besar kalau mau nonton, kasian juga, yang dirugikan bukan cuma bobotoh, penjual, tukang parkir, angkutan umum yang biasa jadi tumpangan supporter. Seharusnya pihak Persib melobi, sudah saja ditunda, masa lawan Malang yang tidak ada apa-apa bisa ditunda, ini ada pelantikan terus berjalan, tidak menghargai pelantikan berarti,” katanya menambahkan.

Adapun jika ada ketakutan akan adanya bobotoh yang berulah, Yana mengatakan hal tersebut tidak akan mungkin terjadi. Bobotoh hari ini, Kata Yana, sudah dewasa dan dinilai mulai jera dengan adanya peristiwa yang sempat menelan korban hingga tewas.

“Kasihan ke bobotoh, yang takut ke bobotoh, bobotoh ada masa jeranya juga, enggak mungkin melakukan kedua kalinya, Insya Allah, akan lebih mementingkan diri sendri untuk keselamatannya, dan tidak mau berurusan lagi dengan polisi,” ucapnya.***

Bagikan: