Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Langit umumnya cerah, 19.1 ° C

Bobotoh Minta Satgas Antimafia Selidiki Pertandingan kontra Madura United

Irfan Subhan
PESEPAK bola Madura United (MU) Diego Assis (kiri) berusaha melewati pesepak bola Persib Bandung Ardi Idrus (kanan) dan Esteban Viscarra (ke dua kiri) dalam laga Shopee Liga 1 di Stadion Gelora Bangkalan (SGB) Bangkalan, Jawa Timur, Sabtu, 5 Oktober 2019. Madura United memenangi pertandingan tersebut dengan skor 2-1.*/ANTARA
PESEPAK bola Madura United (MU) Diego Assis (kiri) berusaha melewati pesepak bola Persib Bandung Ardi Idrus (kanan) dan Esteban Viscarra (ke dua kiri) dalam laga Shopee Liga 1 di Stadion Gelora Bangkalan (SGB) Bangkalan, Jawa Timur, Sabtu, 5 Oktober 2019. Madura United memenangi pertandingan tersebut dengan skor 2-1.*/ANTARA

BANDUNG, (PR).- Kekalahan Persib dari Madura United 1-2 pada pertandingan pekan ke-22 Liga 1 2019, di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, menjadi sorotan di kalangan pencinta sepak bola, khususnya bobotoh.

Banyak sekali kejanggalan yang ditunjukan oleh wasit Faulur Rosy yang saat itu ditunjuk sebagai pemimpin pertandingan di lapangan. Selain keputusan kontroversial dengan memberikan penalti kepada tuan rumah, banyak juga keputusan yang dinilai merugikan Persib yang dilakukan oleh wasit asal Aceh tersebut.

Bobotoh pun meminta kepada Satgas Antimafia bola untuk mengusut pertandingan antara Maung Bandung menghadapi Sape Kerrab itu, karena dinilai banyak kejanggalan dan sangat menguntungkan tuan rumah.

Bahkan banyak bobotoh yang menyampaikan pesan langsung kepada Kepala Satgas Antimafia Bola Hendro Pandowo melalui akun instagram pribadinya @pandowohendro_007. Menanggapi kejadian tersebut mantan Kapolrestabes Bandung ini pun akhirnya membalas komentar yang disampaikan oleh bobotoh.

Hedro mengatakan, jika dirinya telah menyampaikan informasi tersebut untuk diselidiki oleh Kasatgas wilayah Jawa Timur, mengingat saat ini Satgas Antimafia Bola telah membentuk tim di Polda-Polda seluruh Indonesia.

“Terima kasih Informasinya sudah saya sampaikan Kasatgas Wil Jawa Timur untuk melakukan penyelidikan, nuhun,” tutur Hendro melalui pesan di kolom komentar Insatgram miliknya, Minggu, 6 Oktober 2019.

Kejadian yang dialami oleh Persib itu bukanlah yang pertama kali, dari tiga pertandingan terakhir saat kedua tim berjumpa di kandang Madura United. Tuan rumah selalu mendapat hadiah penalti kontroversi yang diberikan oleh wasit.

Pada Liga 1 2017, ketika Persib dijamu Madura United si stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan. Maung Bandung mendapat keputusan merugikan yang diberikan oleh wasit Kusni yang saat itu memimpin.

Selain memberikan penalti kepada Madura United, wasit asal Balikpapan tersebut juga menganulir dua gol Persib yang dicetak oleh Raphael Maitimo dan Michael Essien karena dianggap dalamposisi offside.

Penalti kontroversi yang dberikan Kusni kepada Madura United berawal dari Gregg Nwokolo yang dianggap dilanggar oleh Dedi Kusnandar. Namun, pada tayangan ulang di televisi terlihat jelas jika Dedi lah yang dilanggar oleh Greg.

Akhir dari pertandingan tersebut Persib pun menyerah 1-3, dan setelah dilakukan interogasi  oleh komite disiplin PSSI, Kusni pun akhirnya diistirahkatkan sebagai wasit di Liga 1 2017 sampai akhir musim.

Hal yang sama terjadi pada Liga 1 2019, saat Persib kembali bertandang ke stadion Gelora Ratu Pamelingan. Madura United mendapat hadiah penalti saat wasit menganggap penjaga gawang Muhammad Natshir Fadhil Mahbuby melakukan pelanggaran kepada Greg Nwokolo. Hasilnya, Persib pun harus menyerah 1-2.

Di laga terakhir lalu, hasil pertandingan antara Madura United melawan Persib menjadi perdebatan di media sosial. “Ya sangat aneh dan tidak wajar. Saat Persib main di Madura selalu hal seperti ini terjadi,” tutur Muhammad Taufik, bobotoh asal Pasir Impun, Senin, 7 Oktober 2019.

Dia menambahkan, seharusnya manajemen Persib pun bisa bertindak dengan melaporkan kejadian di pertandingan kemarin kepada PSSI dan PT. Liga Indonesia Baru, karena selalu jika Persib main di kandang Madura United banyak kejanggalan yang terjadi.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ridho Maulana, bobotoh asal Cigugur, Cimahi. Dia mengatakan, penonton yang tidak mengerti sepak bola saja bisa melihat dengan jelas jika keputusan wasit sangat berat sebelah.

“Hasil pertandingan kemarin harus diselidiki Satgas Antimafia Bola. Ada apa ini dengan wasitnya, katanya punya lisensi FIFA tapi kepemimpinannya sangat berbanding terbalik dengan kualitasnya,” tuturnya.***

Bagikan: