Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Umumnya cerah, 24.2 ° C

Supardi: Persib Bandung Kalah Terhormat

Miradin Syahbana Rizky
SUPARDI Nasir.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR
SUPARDI Nasir.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

MADURA, (PR) - Persib Bandung gagal mempertahankan tren kemenangan tandang usai ditumbangkan Madura United dengan skor 1-2 pada babak pertama laga pekan ke-22 Liga 1 2019, di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, Sabtu 5 Oktober 2019 malam. Sebelumnya, Persib mampu mengalahkan tim tangguh Persipura Jayapura saat berstatus sebagai tuan rumah dengan skor 3-1.

Kekalahan ini pun dituding oleh Kapten tim Persib Bandung Supardi sebagai kekalahan nonteknis. Menurut Supardi, secara permainan Persib telah bermain baik sehingga Maung Bandung kalah dengan terhormat.

"Selamat untuk Madura atas tiga poin ini. Kita sudah bermain baik, kita kalah terhormat. Terus terang saya kecewa dengan kepemimpinan wasit terlalu banyak merugikan kita," ucap Supardi pada jumpa pers seusai laga.

Dia mengungkapkan, di laga tersebut sang pengadil lapangan lebih sering menghentikan permainan saat pihaknya mencoba merebut bola dari pemain Madura. Padahal, kata dia, pemain Persib tidak melakukan pelanggaran saat duel itu terjadi.

"Buat apa kita latihan setiap hari. Latihan pagi dan sore kalau sepak bola seperti itu. Mau arah kemana sepak bola kalau begini terus," ujarnya.

Supardi menambahkan, apa yang terjadi di lapangan tadi merupakan sesuatu yang lucu. Dimana saat Persib akan merebut bola kemudian pemain Madura terjatuh, wasit meniup peluit sebagai tanda pelanggaran.

"Sentuh sedikit foul, jatuh. Mau seperti apa sepak bola itu mau seperti apa? Kita bingung mau main bola. Tapi itu di luar kuasa kita. Kita hanya bisa kerja dan ikhtiar di lapangan. Itu di luar kuasa kita," ujarnya.

Wasit banyak hentikan laga

Hal senada dikatakan Pelatih Robert Rene Alberts. Menurut Roberts, wasit terlalu banyak menghentikan laga sehingga banyak pola permainan tidak berjalan semestinya.

"Tidak ada yang bisa saya katakan karena tim sudah bermain baik tapi hasil berkata lain. Kami sebenarnya mencoba menghentikan permainan cepat Madura tapi tadi banyak sekali waktu yang terbuang akibat pelanggaran," ujarnya.

Namun dari berbagai hal nonteknis, Robert tetap memuji Madura United sebagai tim tangguh di Liga 1 musim ini. Pasalnya, Madura memiliki lini tengah yang tangguh dan cepat saat membangun serangan ke pertahanan lawan.

"Selamat untuk Madura. Mereka memang sangat berbahaya di lini kedua kami mencoba mencegahnya tapi hasil akhir berkata lain," ucap pelatih asal Belanda tersebut.

Bagikan: