Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Sedikit awan, 20.4 ° C

Fabiano Beltrame Gagal Membela Persib

Irfan Subhan
FABIANO Beltrame .*/ABDUL MUHAEMIN/PR
FABIANO Beltrame .*/ABDUL MUHAEMIN/PR

BANDUNG, (PR).- Keinginan Fabiano Da Rosa Beltrame untuk bisa membela Persib di putaran kedua Shopee Liga 1 2019 gagal terwujud, setelah proses naturalisasi yang dijalaninya hingga saat ini belum menemui titik terang.

Hingga penutupan pendaftaran pemain untuk putaran kedua pada tanggal 16 September kemarin, nasib naturalisasi pemain asal Brasil ini belum ada kejelasan hingga akhirnya dia tidak bisa memperkuat skuad Maung Bandung di musim ini.

Tidak bisa bergabungnya Fabiano membuat pelatih Persib Robert Alberts pun merasa kecewa. “Ada dua alasan, yang pertama itu untuk Fabiano sendiri, tidak mudah untuk setiap hari terus menunggu dan akhirnya dia tak bisa bermain. Di sepak bola, pemain seperti Fabiano yang mempunyai kualitas dan kepribadian yang bagus, tentu dia ingin bermain,”tuturnya di Graha Persib, Selasa (17/9/2019).

Robert mengatakan, dirinya sudah melakukan pembicaraan dengan Fabiano dan dia masih tetap berada di Bandung sampai proses naturalisasinya selesai. Setelah itu pemain yang di musim alu membela Madura United ini akan pulang ke Brasil untuk melakukan persiapan sebelum kembali di musim depan.

“Jika Fabiano masih punya hasrat untuk kembali ke Persib Bandung, saya akan memberikan satu tempat untuknya. Karena dia menunjukan kualitas yang bagus dan profesionalitas yang fantastis, dia juga punya kepribadian yang bagus untuk tim. Meskipun di tahun depan usianya sudah 38 tahun tapi dengan kategori pemain Indonesia, saya akan memberikan dia tempat. Tapi jika dia datang dengan status pemain asing di usia 38 tahun maka saya tidak akan memberikannya tempat,” katanya.

Usai Shopee Liga 1 2019, Robert pun akan langsung membentuk tim menghadapi kompetisi musim selanjutnya. Namun, dengan gagalnya Fabiano bermain, tentu membuatnya sangat kecewa terhadap situasi ini.

Sebelum bergabung dengan Persib, Robert melihat komposisi pemain khususnya di lini belakang Pangeran Biru saat itu masih kuat karena ada Victor Igbonefo. Namun, setelah pemain naturalisasi asal Nigeria itu tidak lagi bersama Persib, dirinya melihat masih ada harapan ketika Fabiano bergabung.

“Dirinya (Fabiano) merupakan pemain yang penting di pertahanan dan itulah faktanya. Jadi bagi Persib, batalnya Fabiano bergabung menjadi kehilangan besar karena saya sudah menyiapkan kombinasi yang tangguh di barisan pertahanan dengan pengalamannya tapi kami tidak bisa memainkan itu. Merasa sedih terhadap Fabiano, dan sayangnya situasi ini terjadi pada Persib, karena mengontrak pemain tapi pemain tersebut tidak bisa bermain. Dan tim juga kehilangan pemain yang berkualitas,” ujarnya.

Rasa kecewa juga dirasakan oleh manajer Persib Umuh Muchtar. Dia menuturkan, manajemen sampai saat ini terus berusaha agar proses naturalisai bisa secepatnya selesai. Namun, pada kenyataannya sampai batas terakhir pendaftaran pemain, proses naturalisasinya belum selesai.

“Dulu tidak susah (proses naturalisasi) sekarang tidak tahu agak rumit. Dulu kita tidak terlalu sulit (saat naturalisasi Sergio van Dijk), sesuai dengan arahan kemana kemana dimana kita kejar dan datangi, kekurangannya apa cepat diselesaikan, sesuai dengan aturan,”ungkapnya.

Dia menambahkan, gagal bermainya Fabiano bersama Persib tentu sangat disayangkan, karena dia merupakan salah satu pemain yang bisa diandalkan di pertahanan Persib yang sedang berjuang untuk kembali naik ke papan atas.

“Kalau enggak bisa main ya pasrah saja. Bukan masalaih untung atau ruginya, kasihan Fabianonya juga. Walaupun cuma latihan aja tapi dia juga butuh main, susah ya tahun ini (naturalisasi). Kedepan masih bisa dilihat dulu dan itu urusan manajemen,” tuturnya.

Selain Fabiano, hal ini juga dirasakan oleh Otavio Dutra (Persebaya) dan beberapa pemain asing lainnya seperti Shohei Matsunaga, Yoo Jae Hoon, Marck Klok yang juga menunggu proses naturalisasinya selesai.

Bahkan, Dutra sempat dipanggil oleh DPR untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan mengikuti pemusatan latihan tim nasional. Belakangan, PSSI justru mengembalikan Dutra ke Persebaya karena proses naturalisasinya belum selesai.***

Bagikan: